Aku mengenalinya melalui blogku.
Bila kubuka emailku, kudapati seorang wanita menghantar sebuah cerita untuk
disiarkan dalam blogku. Aku terus menyiarkan pengalaman peribadinya bersama
boyfriendnya dalam blogku yang sudah mencapai 9 juta hit.
Selepas itu aku hantar e mail
beritahu Rossa bahawa sudah kusiarkan ceritanya dalam blogku dan aku minta no
handphonenya. Entah macam mana dia menjawab e mailku dan memberi no
handphonenya.
Aku terus sms kepadanya
mengatakan bahawa berdasarkan ho hpnya, dia ni orang Perak.
“I ada di Ipoh sekarang. U ni di
Perak ke?” tanyaku dalam sms yang kuhantar pada 10.30 malam. Setengah jam
kemudian dia menjawab smsku beritahu dia ada di Taiping.
“Dekat aja. I dari KL kebetulan
datang ke Ipoh. U di Taiping tak jauh mana,” jawabku dalam sms itu.
“Cerita dalam blog itu cerita
betul ke?” tanyaku
“Yalah. Cerita betullah kisah I
dengan boyfriend I,” katanya.
Kami terus bersms sampai jam 1
pagi. Banyak perkara yang kutulis dalam sms itu. Dia kata boyfriendnya dah dua
bulan berada di Sabah jaga projek di sana. Dah dua bulan dia rindukan batang
boyfriendnya. Sambil bergurau, aku kata biarlah aku mengisi kekosongan itu.
“Datanglah ke Taiping,” tulisnya.
“Esok I kena balik KL. Nanti one
day I datang ke Taiping cari u,” jawabku dalam sms.
Aku kata ini ada peluang untuk
merasa puki Rossa yang berusia 26 tahun itu. Dia kata dia belum nikah lagi.
Esoknya aku balik ke KL dengan bas. Sepanjang perjalanan dia sms denganku.
Walaupun hari itu hari Sabtu dia tetap bekerja. Oleh kerana boss tiada di ofis,
dia banyak habiskan masanya dengan bersms denganku.
Petang itu dia kata nak beritahu
sesuatu, “U kesah tak?”
“Cakaplah,” jawabku dalam sms.
“I sebenarnya bini orang tapi I
tak puas dengan suami i. Batangnya kecil. Dia tak minat sex. Main sebulan
sekali saja. Dia dah keluar air, I tak sempat keluar pun. Lepas main terus dia
tidur. Yang di Sabah tu boy friend I,” tulisnya dalam sms.
“Malam tadi masa I sms u, hubby u
ada di mana?”tanyaku
“Dia dah tidur. I pun masa tu dah
tidur. Bila dengar sms u masuk jam 10.30, I terjaga dari tidur dan layan sms
u,”jawabnya.
“Patutlah malam tadi u tanya I,
biasa tak I main dengan bini orang? I tak kesah u bini orang asalkan u puas,”
kataku.
“I bukan berniat nak curangi dia.
Dia suami yang baik, ayah yang penyayang kepada anak I yang berumur 1 tahun
itu. Dia beri I nafkah zahir yang cukup tapi I menderita nafkah batin. Takkan I
nak minta cerai darinya,” tulis Rossa.
“I simpati dengan u. Tak apalah
alang-alang mandi biar basah. I tak kesah u isteri orang asalkan u puas,”
jawabku.
“I nak sampai di rumah dah. Kalau
malam ini line clear, I sms u,” tulisnya lagi.
Baru kenal dua hari tapi kami
cepat mesra bila bercakap soal sex dalam sms. Dia suka semua style termasuk
doggy sedangkan suaminya hanya suka duduk di atas. Dia malu berterus terang
dengan suaminya. Dengan boy friendnya dia puas.
“I tak main dengan u taka pa,
asalkan dapat jilat aja,” tulisku dalam sms.
“I memang suka dijilat.Hahaha,”
tulisnya pula.
Sejak hari itu kami saling
berbalas sms. Apatah lagi waktu bekerja dia sempat melayan smsku. Di rumah
jarang dapat peluang untuk sms kerana line tidak clear. Bila suaminya keluar,
baru dapat kami sms.
Setelah sebulan berkenalan
melalui sms, kami buat temujanji untuk berjumpa di Taiping. Aku baru sampai di
pekan itu pagi itu dan aku check in di sebuah hotel bajet.
Dia yang bertudung warna pink
datang ke hotelku tepat jam 10 pagi dengan kereta Myvinya. Bila dia masuk
bilik, aku terus memeluknya. Badannya berisi juga tetapi tak nampak gemuk
kerana tubuhnya tinggi. Kalau dia pendek
macam Datin Seri Rosmah, barulah dia kelihatan gemuk.
“Apa khabar ayang?”tanyaku.
“Khabar tak baik pasal dah
sebulan nak rasa abang punya,” katanya sambil memegang batangku yang sudah
menegang dalam seluar.
Apa lagi kami pun berkucupan non
stop. Aku baringkan Rossa di atas katil. Sambil mengucupnya aku membuka
bajunya. Terserlahnya buah dadanya yang besar itu. Aku terus menghisap teteknya
bertalu-talu kiri dan kanan.
Sambil itu aku mencium tengkuknya
dan dia berpesan agar jangan buat love bite di tengkuknya takut suaminya
nampak.
Aku membuka kain yang dipakainya
dan terus buang kainnya ke lantai. Aku terus mencium seluar dalamnya yang
berwarna pink. Aku melurut seluar dalamnya ke bawah dan dia mengangkat kaki
supaya mudah seluar dalam itu dilurut.
Aku cium pukinya yang tembam. Dah
basah. Aku terus menjilat pukinya dan menjulurkan lidahku ke dalam lubangnya
yang sempit.
“Sedap bang. Abang ni pandai
jilatlah,” pujinya.
“Bf di Sabah tak pandai?” tanyaku
“Sedap jilatan abang lagi,”
katanya.
Dia pun sudah tak sabar dan terus
membuka seluarku dan dia menghisap
batangku bertalu-talu. Tak sangka pula dia begitu pandai menghisap batang.
Kami pun berbogel di atas katil
itu. Kami duduk posisi 69 sambil aku menjilat pukinya dan dia pula menghisap
batangku.
“cepatlah bang tak sabar nak rasa
abang punya,” rintihnya.
Akupun masukkan batangku ke dalam
lubang pukinya yang sempit.
“besarnya bang. Sakitnya,” kata
Rossa.
“sakit tapi sedap,” katanya lagi
sambil aku terus menghisap teteknya.
“Nak duduk di atas bang,” pintanya.
Kami tukar posisi dan dia mencapai orgasme yang pertama. Aku suruhnya
menunggeng pula. Apa lagi aku pun hentamnya secara doggy. Aku dah tak tahan.
Kami sama-sama capai orgasme. Dia puas kerana dapat dua orgasme sedangkan
dengan boyfriend Sabah hanya dapat satu orgasme aja.
“Sedap kemutan ayang,” kataku.
“Sex Goddess kan,” katanya sambil
ketawa.
Kami berehat selama setengah jam.
Lepas itu kami mandi bersama dan main dalam bilik air. Dua jam dia bersamaku di
hotel itu dan terus dia balik ke rumahnya kerana bimbang lama-lama berada di
luar. Nanti suaminya suspect pula.
Sejak peristiwa itu setiap hari
Ahad aku ke Taiping untuk menemui kekasih gelapku. Hubungannya dengan suaminya
tetap macam biasa. Dia dah tak kesah suaminya tak minat sex kerana aku sudah menjadi
pemantat tetapnya.
Aku sendiri tak tahu sampai bila
skandal ini harus terjalin. Yang penting dia mahu kepuasan asalkan tidak
meruntuhkan rumahtangganya. Dia
sayangkan suaminya dan sayangkan anaknya. Cuma dia tak sampai hati untuk minta
cerai akibat kegagalan suaminya memberi nafkah batin. Biarlah ia berterusan
begini asalkan perbuatan kami tidak kantoi.
Showing posts with label tak. Show all posts
Showing posts with label tak. Show all posts
Saturday, February 9, 2013
TAK PUAS
Tuesday, November 20, 2012
PERSELINGKUHAN YANG TAK DISANGKA
Aku menikah dengan usia yang relatif muda, yaitu 25 tahun dan istriku 22 tahun. Aku bersyukur bisa memperoleh istri yang cantik dan tubuh yang seksi dengan dada yang menantang dan pantat yg sekal, tapi bukan itu alasanku memilih dia tapi kebaikan dan ketaatannya dalam beribadah yang membuatku yakin dengan pilihanku.
Karena menikah dengan usia muda dan karir masi pemula membuat kami belum mampu membeli rumah sendiri, sehingga kami pun ngontrak rumah dipinggiran kota. Itu pun tidak lama karena mertuaku menyuruh kami tinggal bersama mereka. Karena berbagai pertimbangan kami pun setuju tinggal di rumah mertuaku.
Mertuaku tinggal di rumah berdua, dan mereka mempunyai toko yang terletak tidak jauhdari rumah. Mereka mempunyai 2 karyawan wanita sebagai penjaga toko, dan 2 karyawan laki-laki berusia remaja (sekitar 18 tahun) bernama yusup.
Ibu mertuaku masih relatif muda yaitu 40 tahunan dengan badan agak gemuk dan dada yang besar. Wajahnya masih cantik untuk ukuran usianya. Bapak mertuaku juga masih terlihat tegap.
Tidak ada yang aneh hingga peristiwa itu terjadi. Saat itu aku pulang siang dari kantor karena kepalaku sakit sekali. Tiba di depan pintu rumah, terlihat rumah sangat sepi. Karena memiliki kunci aku bisa masuk dengan leluasa. Langsung menuju kamarku, tetapi ketika aku hendak melewati dapur terdengar suara-suara mencurigakan dari dapur.
dengan mengendap-endap aku menuju dapur. Dadaku langsung berdegup kencang melihat pemandangan yang kulihat.
Kulihat ibu mertuaku meronta-ronta dalam pelukan pria yg aku tau itu bukan bapak mertuaku. Tadinya aku ingin bertindak menghajar laki-laki itu, tapi entah kenapa aku hanya terdiam saja.
Laki-laki itu dengan kasar meremas dada mertuaku yang saat itu memakai daster dengan tali yang kecil hingga ketiaknya terlihat. Tangan itu kemudian menurunkan tali dan BH sehingga menyembul dada besar mertuaku. Tangan laki-laki yang semula meremas berganti memilin puting susunya.
"Jangan Sup, ibu kan udah tua", kudengar mertuaku bicara ditengah desahannya, dan tangannya mendorong pelan dada laki-laki itu, yang bernama yusup! Ya yusup, karyawannya yang masih muda, aku takjub berani juga anak itu!, batinku.
"habis, bodi ibu seksi bgt, apalagi toketmu. Jadi ga tahan pengen ******* ibu' ujar yusup, sambil tangannya kini bergerak menyingkap kan daster, sehingga paha putih dan cd krem berenda mertuaku terlihat jelas.
Yusup kemudian berlutut dan memelorotkan cd mertuaku ke bawah sehingga muncul bulu-bulu jembut mertuaku yang rimbun. Yusup langsung melahap vagina mertuaku yang terpampang, menjilat dan mengigit kecil itil mertuaku. Nafas mertuaku semakin tak beraturan, matanya merem melek, kemudian badan bergetar, sepertinya dia sedang memperoleh kenikmatan yang dahsyat.
Tiba-tiba mertuaku menarik kepala yusup. "cepet masukin sebelum suamiku datang!" bisik mertuaku. Yusup dengancepat membuka celana jeansnya dan sedikit menurunkan cdnya hingga mengacung batang ****** yang ingin segera masuk ke sarangnya.
Mertuaku tampaknya tidak ingin buang-buang waktu, dia segera mendorong yusup hingga terlentang, batang kejantanan yusup digenggam kemudian dijilat dan dikulum sebentar. Tak lama kemudian mertuaku naik ke badan yusup lalu meraih ****** yusup kemudian diarahkan ke lubang vaginanya. Bless... ****** yusup pun amblas ke dalam.
Bagaikan joki yg sedang menunggangi kuda, mertuaku bergerak liar menggoyang pinggulnya, sementara yusup mendesis keenakan. Hingga 'saya mau keluar bu' desis yusup, "ibu juga! ... Aaakh..." kedua tubuh mereka mengejang dan "croot...croot..". Mereka terdiam beberapa saat menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada. Kemudian ambruk bersama-sama."
"ayo cepat kamu balik lag ike toko, nanti suamiku nyariin!".. Kata mertuaku perlahan pada yusup. Yusup pun bergegas merapikan celana Kemudian mencium kening mertuaku "terima kasih ya bu...". Mertuaku tak menjawab, hanya terdiam mengumpulkan nafas setelah pergumulan tadi. Yusup pun segera keluar, saat mertuaku masih terlentang dengan daster acak-acakan. Sementara aku juga bengong dan dalam keadaan horny berat.
Pikiranku berkecamuk, antara horni pengen ikut ******* mertuaku dengan kesetiaanku pada istriku. Sementara ibu mertuaku masih merapikan bajunya yang acak-acakan. Dengan gemetaran karena pikiran yang campur aduk, aku mendekati mertuaku, "birahiku juga harus disalurkan!, aku akan ******* ibu mertuaku" tekadku saat itu, tapi dasar sial, saat aku sudah mau bergerak. Pintu depan terbuka dan terliat bapak mertuaku datang masuk ke rumah. Membuyarkan keinginanku.
Ibu mertuaku ternyata pandai juga bersandiwara, dengan suaminya dia berlaku seolah tidak terjadi apa-apa, 5 menit yg lalu!. Aku langsung masuk ke kamar dengan kepala yang makin pusing, kepala atas dan bawah.
Sejak peristiwa itu, aku jadi semakin memperhatikan ibu mertuaku. Gak kusangka, dibalik ketelatenannya mengurus suaminya ternyata dia tega menghianatinya dengan perselingkuhan, yang entah sudah berapa kali dilakukan. Berapa kali? Dengan siapa aja?
Pertanyaan ini lebih menarik untuk kucari tau ketimbang aku ikut menghianati istriku dengan berselingkuh dengan ibu mertuaku.
Diam-diam aku membeli perlengkapan kamera yang kupasang dibeberapa tempat strategis dirumah mertuaku, kupasang juga alat perekam sehingga aku tetap bisa melihat apa yang terjadi ketika aku di kantor.Ternyata bermanfaat juga.
Kejadian pertama terjadi didapur lagi, dan terbilang sangat nekat. Siang itu ibu mertuaku sedang menyiapkan makan siang u/ suaminya. Seperti biasa, ibu mertuaku menggunakan daster yang sangat tipis, berwarna kuning tanpa menggunakan bra, sehingga toket besarnya terlihat mengacung besar dengan lingkar puting coklat yang tercetak membayang. Bagian ketiaknya terlihat longgar sehingga dari samping sering terlihat gundukan toket yang sangat menggairahkan.
Sementara itu tampak yusup sedang membantu bapak mertuaku membetulkan kabel lampu yg putus karena digigit tikus. Terliat Ibu mertua dan yusup, sering curi-curi pandang dan melemparkan isyarat-isyarat khusus disaat bapak mertuaku lengah. Seperti ibu mertuaku mengurut-ngurut mentimun dengan gerakan seolah-olah mengocokpenis , yang dibales yusup dengan gerakan tangan seperti meremas toket. Sepertinya mereka sudah sangat horni. Tanpa diduga, bapak mertuaku bergerak pergi ke kamar mandi, mungkin karena ingin buang hajat, dan biasanya bisa berlangsung hingga lebih 15 menit.
Sesaat bapak mertuaku masuk ke kamar mandi, yusup bergerak cepat mendekati ibu mertuaku dan memeluknya dari belakang.
Bagai orang kelaparan mereka berciuman dengan buas, tanpa peduli bahwa bapak mertuaku berada dikamar mandi yang terletak hanya beberapa meter dari tempat mereka.
Tangan kanan yusup bergerak masuk ke balik daster melalui bagian ketiak yang longgar kemudian meremas toket yang sudah dari tadi menggodanya.
Tangan kirinya menelusup ke selangkangan dan menggosok-gosok memek mertuaku yang sudah sangat basah.
Mendapat serangan seperti itu, ibu mertuaku melenguh kenikmatan, tangannya bergerak merangkul leher yusup dan mendorong kepalanya hingga mereka bisa berciuman lebih ganas.
Ibu mertuaku berbalik menghadap yusup dan bersandar pada meja dapur.
Mereka kembali berciuman dengan ganas, toket mertuaku tersembul yang langsung disedot dan digigit-gigit kecil oleh yusup, sementara tangan satunya lg memilin-milin puting.
Tangan mertuaku bergerak ke arah selangkangan yusup dan meremas tonjolan batang dibalik celana katunnya. Kemudian membuka ruitsletingnya, merogoh cd dan menggenggam batang kejantanan yusup, kemudian mengocoknya secara perlahan.
Mengetahui waktu yang dimiliki tidak banyak, ibu mertuaku tidak mau banyak membuang waktu, setelah Yusup memelorotkan cd mertuaku, dia segera mengarahkan rudalnya ke nonok mertuaku. Bless... Mulut mertuaku menganga menerima desakan batang yusup yang keras dan hangat pada vaginanya yang sudah basah. Yusup mendiamkan kontolnya diam sesaat merasakan remasan vagina mertuaku dan kemudian memompanya secara liar, sebelah kaki mertuaku melingkar ke badan yusup, memberikan akses penetrasi yang leluasa. Mulut yusup sibuk bergantian mencium bibir mertuaku dan menghisap serta mengigit-gigit toked montok mertuaku.
Tangan yusup meremas gemas toket yang tetap diiringi gerakan maju mundur pantatnya untuk melesakkan batangnya dan memberinya kenikmatan duniawi tanpa mempedulikan bapak mertuaku, suami dari wanita yang sedang ia setubuhi berada di kamar mandi yang tak jauh dari tempat mereka *******.
Kini mereka telah merubah posisi, ibu mertuaku menghadap ke meja, sementara yusup menyodoknya dari belakang, dengan posisi itu, toket mertuaku menggantung bebas dan bergoyang-goyang seiring dengan pompaan yusup dari belakang. Dengan posisi itu tidak berlangsung lama karena yusup kemudian mengejang dan meningkatkan pompaanya, hingga akhirnya ambruk dengan menyemprotkan sperma yang berceceran dilantai.
Mereka terdiam sesaat, yusup masih memeluk tubuh mertuaku, batangnya masih menancap, membiarkan sisa-sisa kenikmatan yang ada. Tangan yusup masih meremas-remas pelan toket mertuaku kemudian mereka berciuman mesra layaknya pasangam kekasih.
Tak lama, mereka sadar bahwa bapak mertuaku akan segera keluar, mereka buru-buru merapikan pakaian dan rambut, tak lupa melap sisa cairan senggama yang berceceran tadi.
Bapak mertuaku memang punya kebiasaan BAB yang lama, seperti saat itu, dia melewatkan persetubuhan kilat istri dengan karyawannya.Sementara aku hanya berani melihat dan menikmati itu semua, tanpa keberanian melaporkan ke bapak mertuaku atau mungkin ikut mencoba mencicipi ibu mertuaku yang semakin hari semakin menggairahkan dimataku.
Tetapi entah kenapa dengan hanya melihat perselingkuhan itu aku sudah cukup puas, dan dengan bantuan kamera tersembunyiku, hasratku cukup terpuaskan, berkali-kali kulihat pergumulan mertuaku dengan yusup melalui kameraku.
Cerita Panas - Perselingkuhan ibu mertuaku berlangsung berkali-kali, diantaranya sering sekali nekad.. entah mungkin mereka makin bernafsu bila resiko ketahuan makin tinggi.. Sering kulihat ibu mertuaku mengusap-ngusap batang yusup padahal suaminya sedang didepan mereka yang tengah mengerjakan sesuatu.
Berkali-kali aku berpikiran untuk memanfaatkan kameraku untuk bisa ikut mengentot mertuaku, tetapi rasa takut dan sayangku pada istriku berkali-kali itu juga menghalangi niatku. Hingga terjadinya peristiwa itu...
Seperti biasa, setiap hari sabtu-minggu aku ngga kerja dan biasanya diisi dengan kegiatan bermalas-malasan dan tidur-tiduran dikamar sambil nonton tipi. Seperti juga sabtu itu, sementara itu istriku masuk kerja.
Karena malamnya begadang nonton tipi hingga pagi hari, otomatis pagi hingga siang kuisi waktu dengan tidur. Bangun tidur, rumah dalam kondisi sepi, mertuaku mungkin sedang ditoko. Ingat mertuaku aku jadi penasaran apakah ada kejadian yang seru hari itu yang terekam dalam kameraku.
Aku mulai memainkan rekaman video dari berbagai ruangan rumahku pada hari itu. Kulihat mertuaku tidak ada, cukup mengecewakan, yang ada hanya ruangan yang kosong. Tetapi tidak lama kulihat pintu rumah terbuka dan terlihat istriku masuk ke rumah, dan ternyata dia tidak sendiri, dia bersama 3 orang lainnya, 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. mereka cukup kukenal sebagai teman kantor istriku. Teman wanita istriku bernama Indri dan Fitri, mereka cukup menarik, Indri agak tinggi dengan kulit putih mulus dengan dada yang padat, sementara Fitri lebih pendek tapi jauh lebih montok dengan dada berukuran ekstra. Tetapi yang paling cantik tetap istriku, dengan tinggi yang pas serta dada yang montok membuatku merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Mereka menggunakan seragam kerja blazer dan rok span selutut kecuali istriku yang menggunakan pakaian yang menutup dari mulai rambut hingga tumit kaki.
Sementara Johan kulihat lebih pendek dari istriku dan berbadan kurus.
Tampaknya mereka sedang mendiskusikan pekerjaan mereka, istri dan kedua teman wanitanya tampak membacakan sesuatu dan Johan, satu-satunya laki-laki yang ada kebagian mengetik.
Setelah berdiskusi beberapa lama, kulihat kedua teman wanita istriku tampak pamit untuk pergi, hingga tinggal istri dan johan yang ada di ruangan itu. Aku mulai berdebar, karena menduga-duga hal yang akan terjadi selanjutnya.
Johan masih sibuk mengetik, sementara istriku tampak menyiapkan minuman untuknya.
Johan tampak celingukan melihat-lihat keluar, kemudian ngomong sesuatu pada istriku. Istriku terlihat tersenyum kemudian menuju pintu rumah kemudian menutupnya!.
Jantungku makin berdebar-debar, terutama setelah kulihat istriku duduk merapat pada johan yang masih mengetik. Adegan selanjutnya membuatku terkesiap !.
Johan memegang telapak tangan istriku kemudian menariknya dan menaruhnya diselangkangannya. Istriku menarik tangannya.. tetapi kulihat Johan tampaknya membujuk istriku, istriku terlihat bimbang, kemudian beranjak dari tempatnya pergi menuju kamar, ya kekamarku, dia membuka pintu sebentar kemudian menutupnya kembali. Saat itu, siang tadi aku tertidur dengan lelapnya hingga tidak menyadari yang terjadi di ruang tamu.
Dari kamar, istriku kembali ke ruang tamu tempat Johan berada. Melihat istriku datang, tampak Johan menanyakan sesuatu pada istriku dan entah dijawab apa karena aku tidak bisa mendengar suara mereka. Istriku kembali duduk disamping Johan, dan laki-laki itu mengulang kembali perbuatannya tadi, dia menarik tangan istriku kemudian mengusap-usapkan tangan istriku ke tonjolan selangkangannya!
Kali ini istriku tidak menariknya tetapi malah bergerak mengusap-usap tonjolan selangkangan Johan. Merasakan nikmat, Johan berhenti mengetik sesaat kemudian melanjutkan pekerjaannya. Gila.. Johan mengetik di laptop sementara istriku memberi servis tambahan yaitu mengusap-usap batang kejantanan Johan yang kulihat semakin menonjol seolah-olah meronta ingin dikeluarkan dari celananya.
Sesaat kemudian Johan membuka resletingnya, dan muncullah batang penis yang kulihat cukup gemuk apalgi bila dibandingkan badannya yang kurus. panjangnya tidak seberapa, bahkan bila kubandingkan masih jauh lebih besar dan panjang punyaku !
Tangan istriku bergerak mengambil bantal kursi untuk menutup penis Johan, dan meminta johan memegang bantal itu. Kemudian terlihat tangan istriku naik turun mengocok penis Johan.
Jantungku berdegup kencang dan tubuhku gemetaran melihat pemandangan itu, Istriku mengocok penis lelaki lain! bukan cuman itu dia melakukannya di rumah!!! Tak tahan dengan kocokan istriku, Johan berhenti mengetik kemudian bersandar dikursi matanya terpejam menikmati servis yang dilakukan istriku.
Tangan johan mulai bergerak, mengelus-elus punggung istriku yang masih dalam posisi duduk dan celingukan melihat-lihat keadaan mulai dari melihat ke arah jendela rumah hingga sesekali melihat ke kamarku, mungkin untuk memastikan aku tidak bangun.
Tidak berhenti hanya dipunggung, tangan johan bergerak ke depan kemudian mengelus-elus toket istriku dari luar bajunya. Istriku terlihat sesekali merem kemudian membuka matanya untuk kembali melihat-lihat keadaan.
Tangan johan sudah bergerak masuk ke balik bajunya, kemudian merogoh toket dibalik Bra dan meremas-remasnya. Karena kesulitan, Johan bergerak membuka kancing kemeja seragam PNS istriku, istriku semula menahan tetapi kemudian Johan membisikan sesuatu hingga akhirnya membebaskan Johan membuka 2 kancing atasnya, dan menyingkap bajunya, hingga terlihat toket istriku yg masih terbungkus bra hitam berendra sehingga tampak sangat kontras dengan toket istriku yang putih mulus.
Toket kenyal dan montok yang merupakan toket kebanggaanku itu kini diremas-remas oleh lelaki lain!!!
Karena ukurannya yang besar, serta tersumpal oleh baju, toket itu tampak membusung dan sangat menggairahkan!.. dan johan pun tau itu.. tidak sabar dia segera membuka kait bra istriku yang terletak didepan. sehingga toket istriku menyembul dengan bebasnya.
Johan langsung menjilat dan menghisap toket istriku, sementara penisnya masih dikocok oleh tangan mulus istriku. Kedua toket istriku dijilat dan dihisap secara bergantian.
Istriku semakin merem keenakan, perasaan waspada yang tadi ada sepertinya sudah hilang, dia sudah tidak peduli lagi dengan sekelilingnya. Bibir merahnya merekah karena kenikmatan yang diperolehnya, yang kemudian disambut oleh deep kiss oleh Johan yang diiringi oleh permainan lidah. Ciuman mereka cukup intens dan lama.
Tangan johan bergerilya ke arah selangkangan istriku, mengusap-usapnya, istriku terlihat sangat menikmati usapan johan, terlihat dari pahanya yang dibuka semakin melebar.Istriku kemudian mendorong badan Johan hingga bersender ke kursi, kemudian istriku menunduk ke arah penis johan yang semakin tegak berdiri. yang kemudian tenggelam dalam lumatan mulut istriku. Istriku mengulum, menghisap dan menjilati penis gemuk dan hitam Johan, seolah-olah menikmati penis itu. Padahal denganku, suaminya, istriku sering sekali menolak untuk menghisap penisku.
Istriku bergerak naik ke atas badan johan kemudian menyingkapkan rok panjangnya ke ujung paha hingga terlihat jelas paha putih mulus istriku, kemudian dia melucuti sendiri celana dalam yang dia pakai. Penis johan digenggam dan dikocok perlahan kemudian diarahkan menuju liang vaginanya.
Istriku menggesek-gesekan penis itu ke mulut vaginanya, seolah-olah vaginanya gatal dan penis itu digunakan untuk menggaruknya. dan kemudian bless.. penis itu amblas masuk seluruhnya ke vaginanya, kemudian terdiam, badan istriku melengkung menikmati gesekan penis johan kedalam vaginanya.
Johan yang bersender di kursi dengan rakusnya melahap kedua bukit kembar istriku, sementara tangannya memegang pantat istriku untuk menaik turunkan pantat itu. Istriku pun menyambutnya dengan menaik-turunkan pantatnya, hingga terlihat jelas sodokan-sodokan ****** johan yang dibenamkan ke dalam memek istriku. sementara tangan istriku bertahan pada senderan kursi sehingga keseimbangan badannya terjaga.
Istriku bergerak makin cepat begitupun Johan yang menaikan pantatnya, menginginkan penisnya terhujam makin dalam ke liang memek istriku.
Gerakan naik turun pantat istriku untuk mengeluar masukan ****** Johan yang diiringi juga dengan gerakan johan, berlangsung semakin cepat dan cepat..!
hingga mereka akhirnya terdiam dengan membenamkan kelamin mereka semakin dalam.. untuk menjemput puncak kenikmatan..!
Istriku masih berada diatas johan untuk beberapa saat mereka berciuman...
Pandanganku berkunang-kunang, kepalaku terasa berat melihat Istriku yang selama ini kubanggakan, baru saja bersetubuh sedang dengan lelaki lain.
Karena menikah dengan usia muda dan karir masi pemula membuat kami belum mampu membeli rumah sendiri, sehingga kami pun ngontrak rumah dipinggiran kota. Itu pun tidak lama karena mertuaku menyuruh kami tinggal bersama mereka. Karena berbagai pertimbangan kami pun setuju tinggal di rumah mertuaku.
Mertuaku tinggal di rumah berdua, dan mereka mempunyai toko yang terletak tidak jauh
Ibu mertuaku masih relatif muda yaitu 40 tahunan dengan badan agak gemuk dan dada yang besar. Wajahnya masih cantik untuk ukuran usianya. Bapak mertuaku juga masih terlihat tegap.
Tidak ada yang aneh hingga peristiwa itu terjadi. Saat itu aku pulang siang dari kantor karena kepalaku sakit sekali. Tiba di depan pintu rumah, terlihat rumah sangat sepi. Karena memiliki kunci aku bisa masuk dengan leluasa. Langsung menuju kamarku, tetapi ketika aku hendak melewati dapur terdengar suara-suara mencurigakan dari dapur.
dengan mengendap-endap aku menuju dapur. Dadaku langsung berdegup kencang melihat pemandangan yang kulihat.
Kulihat ibu mertuaku meronta-ronta dalam pelukan pria yg aku tau itu bukan bapak mertuaku. Tadinya aku ingin bertindak menghajar laki-laki itu, tapi entah kenapa aku hanya terdiam saja.
Laki-laki itu dengan kasar meremas dada mertuaku yang saat itu memakai daster dengan tali yang kecil hingga ketiaknya terlihat. Tangan itu kemudian menurunkan tali dan BH sehingga menyembul dada besar mertuaku. Tangan laki-laki yang semula meremas berganti memilin puting susunya.
"Jangan Sup, ibu kan udah tua", kudengar mertuaku bicara ditengah desahannya, dan tangannya mendorong pelan dada laki-laki itu, yang bernama yusup! Ya yusup, karyawannya yang masih muda, aku takjub berani juga anak itu!, batinku.
"habis, bodi ibu seksi bgt, apalagi toketmu. Jadi ga tahan pengen ******* ibu' ujar yusup, sambil tangannya kini bergerak menyingkap kan daster, sehingga paha putih dan cd krem berenda mertuaku terlihat jelas.
Yusup kemudian berlutut dan memelorotkan cd mertuaku ke bawah sehingga muncul bulu-bulu jembut mertuaku yang rimbun. Yusup langsung melahap vagina mertuaku yang terpampang, menjilat dan mengigit kecil itil mertuaku. Nafas mertuaku semakin tak beraturan, matanya merem melek, kemudian badan bergetar, sepertinya dia sedang memperoleh kenikmatan yang dahsyat.
Tiba-tiba mertuaku menarik kepala yusup. "cepet masukin sebelum suamiku datang!" bisik mertuaku. Yusup dengan
Mertuaku tampaknya tidak ingin buang-buang waktu, dia segera mendorong yusup hingga terlentang, batang kejantanan yusup digenggam kemudian dijilat dan dikulum sebentar. Tak lama kemudian mertuaku naik ke badan yusup lalu meraih ****** yusup kemudian diarahkan ke lubang vaginanya. Bless... ****** yusup pun amblas ke dalam.
Bagaikan joki yg sedang menunggangi kuda, mertuaku bergerak liar menggoyang pinggulnya, sementara yusup mendesis keenakan. Hingga 'saya mau keluar bu' desis yusup, "ibu juga! ... Aaakh..." kedua tubuh mereka mengejang dan "croot...croot..". Mereka terdiam beberapa saat menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada. Kemudian ambruk bersama-sama."
"ayo cepat kamu balik lag ike toko, nanti suamiku nyariin!".. Kata mertuaku perlahan pada yusup. Yusup pun bergegas merapikan celana Kemudian mencium kening mertuaku "terima kasih ya bu...". Mertuaku tak menjawab, hanya terdiam mengumpulkan nafas setelah pergumulan tadi. Yusup pun segera keluar, saat mertuaku masih terlentang dengan daster acak-acakan. Sementara aku juga bengong dan dalam keadaan horny berat.
Pikiranku berkecamuk, antara horni pengen ikut ******* mertuaku dengan kesetiaanku pada istriku. Sementara ibu mertuaku masih merapikan bajunya yang acak-acakan. Dengan gemetaran karena pikiran yang campur aduk, aku mendekati mertuaku, "birahiku juga harus disalurkan!, aku akan ******* ibu mertuaku" tekadku saat itu, tapi dasar sial, saat aku sudah mau bergerak. Pintu depan terbuka dan terliat bapak mertuaku datang masuk ke rumah. Membuyarkan keinginanku.
Ibu mertuaku ternyata pandai juga bersandiwara, dengan suaminya dia berlaku seolah tidak terjadi apa-apa, 5 menit yg lalu!. Aku langsung masuk ke kamar dengan kepala yang makin pusing, kepala atas dan bawah.
Sejak peristiwa itu, aku jadi semakin memperhatikan ibu mertuaku. Gak kusangka, dibalik ketelatenannya mengurus suaminya ternyata dia tega menghianatinya dengan perselingkuhan, yang entah sudah berapa kali dilakukan. Berapa kali? Dengan siapa aja?
Pertanyaan ini lebih menarik untuk kucari tau ketimbang aku ikut menghianati istriku dengan berselingkuh dengan ibu mertuaku.
Diam-diam aku membeli perlengkapan kamera yang kupasang dibeberapa tempat strategis dirumah mertuaku, kupasang juga alat perekam sehingga aku tetap bisa melihat apa yang terjadi ketika aku di kantor.Ternyata bermanfaat juga.
Kejadian pertama terjadi didapur lagi, dan terbilang sangat nekat. Siang itu ibu mertuaku sedang menyiapkan makan siang u/ suaminya. Seperti biasa, ibu mertuaku menggunakan daster yang sangat tipis, berwarna kuning tanpa menggunakan bra, sehingga toket besarnya terlihat mengacung besar dengan lingkar puting coklat yang tercetak membayang. Bagian ketiaknya terlihat longgar sehingga dari samping sering terlihat gundukan toket yang sangat menggairahkan.
Sementara itu tampak yusup sedang membantu bapak mertuaku membetulkan kabel lampu yg putus karena digigit tikus. Terliat Ibu mertua dan yusup, sering curi-curi pandang dan melemparkan isyarat-isyarat khusus disaat bapak mertuaku lengah. Seperti ibu mertuaku mengurut-ngurut mentimun dengan gerakan seolah-olah mengocok
Sesaat bapak mertuaku masuk ke kamar mandi, yusup bergerak cepat mendekati ibu mertuaku dan memeluknya dari belakang.
Bagai orang kelaparan mereka berciuman dengan buas, tanpa peduli bahwa bapak mertuaku berada dikamar mandi yang terletak hanya beberapa meter dari tempat mereka.
Tangan kanan yusup bergerak masuk ke balik daster melalui bagian ketiak yang longgar kemudian meremas toket yang sudah dari tadi menggodanya.
Tangan kirinya menelusup ke selangkangan dan menggosok-gosok memek mertuaku yang sudah sangat basah.
Mendapat serangan seperti itu, ibu mertuaku melenguh kenikmatan, tangannya bergerak merangkul leher yusup dan mendorong kepalanya hingga mereka bisa berciuman lebih ganas.
Ibu mertuaku berbalik menghadap yusup dan bersandar pada meja dapur.
Mereka kembali berciuman dengan ganas, toket mertuaku tersembul yang langsung disedot dan digigit-gigit kecil oleh yusup, sementara tangan satunya lg memilin-milin puting.
Tangan mertuaku bergerak ke arah selangkangan yusup dan meremas tonjolan batang dibalik celana katunnya. Kemudian membuka ruitsletingnya, merogoh cd dan menggenggam batang kejantanan yusup, kemudian mengocoknya secara perlahan.
Mengetahui waktu yang dimiliki tidak banyak, ibu mertuaku tidak mau banyak membuang waktu, setelah Yusup memelorotkan cd mertuaku, dia segera mengarahkan rudalnya ke nonok mertuaku. Bless... Mulut mertuaku menganga menerima desakan batang yusup yang keras dan hangat pada vaginanya yang sudah basah. Yusup mendiamkan kontolnya diam sesaat merasakan remasan vagina mertuaku dan kemudian memompanya secara liar, sebelah kaki mertuaku melingkar ke badan yusup, memberikan akses penetrasi yang leluasa. Mulut yusup sibuk bergantian mencium bibir mertuaku dan menghisap serta mengigit-gigit toked montok mertuaku.
Tangan yusup meremas gemas toket yang tetap diiringi gerakan maju mundur pantatnya untuk melesakkan batangnya dan memberinya kenikmatan duniawi tanpa mempedulikan bapak mertuaku, suami dari wanita yang sedang ia setubuhi berada di kamar mandi yang tak jauh dari tempat mereka *******.
Kini mereka telah merubah posisi, ibu mertuaku menghadap ke meja, sementara yusup menyodoknya dari belakang, dengan posisi itu, toket mertuaku menggantung bebas dan bergoyang-goyang seiring dengan pompaan yusup dari belakang. Dengan posisi itu tidak berlangsung lama karena yusup kemudian mengejang dan meningkatkan pompaanya, hingga akhirnya ambruk dengan menyemprotkan sperma yang berceceran dilantai.
Mereka terdiam sesaat, yusup masih memeluk tubuh mertuaku, batangnya masih menancap, membiarkan sisa-sisa kenikmatan yang ada. Tangan yusup masih meremas-remas pelan toket mertuaku kemudian mereka berciuman mesra layaknya pasangam kekasih.
Tak lama, mereka sadar bahwa bapak mertuaku akan segera keluar, mereka buru-buru merapikan pakaian dan rambut, tak lupa melap sisa cairan senggama yang berceceran tadi.
Bapak mertuaku memang punya kebiasaan BAB yang lama, seperti saat itu, dia melewatkan persetubuhan kilat istri dengan karyawannya.Sementara aku hanya berani melihat dan menikmati itu semua, tanpa keberanian melaporkan ke bapak mertuaku atau mungkin ikut mencoba mencicipi ibu mertuaku yang semakin hari semakin menggairahkan dimataku.
Tetapi entah kenapa dengan hanya melihat perselingkuhan itu aku sudah cukup puas, dan dengan bantuan kamera tersembunyiku, hasratku cukup terpuaskan, berkali-kali kulihat pergumulan mertuaku dengan yusup melalui kameraku.
Cerita Panas - Perselingkuhan ibu mertuaku berlangsung berkali-kali, diantaranya sering sekali nekad.. entah mungkin mereka makin bernafsu bila resiko ketahuan makin tinggi.. Sering kulihat ibu mertuaku mengusap-ngusap batang yusup padahal suaminya sedang didepan mereka yang tengah mengerjakan sesuatu.
Berkali-kali aku berpikiran untuk memanfaatkan kameraku untuk bisa ikut mengentot mertuaku, tetapi rasa takut dan sayangku pada istriku berkali-kali itu juga menghalangi niatku. Hingga terjadinya peristiwa itu...
Seperti biasa, setiap hari sabtu-minggu aku ngga kerja dan biasanya diisi dengan kegiatan bermalas-malasan dan tidur-tiduran dikamar sambil nonton tipi. Seperti juga sabtu itu, sementara itu istriku masuk kerja.
Karena malamnya begadang nonton tipi hingga pagi hari, otomatis pagi hingga siang kuisi waktu dengan tidur. Bangun tidur, rumah dalam kondisi sepi, mertuaku mungkin sedang ditoko. Ingat mertuaku aku jadi penasaran apakah ada kejadian yang seru hari itu yang terekam dalam kameraku.
Aku mulai memainkan rekaman video dari berbagai ruangan rumahku pada hari itu. Kulihat mertuaku tidak ada, cukup mengecewakan, yang ada hanya ruangan yang kosong. Tetapi tidak lama kulihat pintu rumah terbuka dan terlihat istriku masuk ke rumah, dan ternyata dia tidak sendiri, dia bersama 3 orang lainnya, 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. mereka cukup kukenal sebagai teman kantor istriku. Teman wanita istriku bernama Indri dan Fitri, mereka cukup menarik, Indri agak tinggi dengan kulit putih mulus dengan dada yang padat, sementara Fitri lebih pendek tapi jauh lebih montok dengan dada berukuran ekstra. Tetapi yang paling cantik tetap istriku, dengan tinggi yang pas serta dada yang montok membuatku merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Mereka menggunakan seragam kerja blazer dan rok span selutut kecuali istriku yang menggunakan pakaian yang menutup dari mulai rambut hingga tumit kaki.
Sementara Johan kulihat lebih pendek dari istriku dan berbadan kurus.
Tampaknya mereka sedang mendiskusikan pekerjaan mereka, istri dan kedua teman wanitanya tampak membacakan sesuatu dan Johan, satu-satunya laki-laki yang ada kebagian mengetik.
Setelah berdiskusi beberapa lama, kulihat kedua teman wanita istriku tampak pamit untuk pergi, hingga tinggal istri dan johan yang ada di ruangan itu. Aku mulai berdebar, karena menduga-duga hal yang akan terjadi selanjutnya.
Johan masih sibuk mengetik, sementara istriku tampak menyiapkan minuman untuknya.
Johan tampak celingukan melihat-lihat keluar, kemudian ngomong sesuatu pada istriku. Istriku terlihat tersenyum kemudian menuju pintu rumah kemudian menutupnya!.
Jantungku makin berdebar-debar, terutama setelah kulihat istriku duduk merapat pada johan yang masih mengetik. Adegan selanjutnya membuatku terkesiap !.
Johan memegang telapak tangan istriku kemudian menariknya dan menaruhnya diselangkangannya. Istriku menarik tangannya.. tetapi kulihat Johan tampaknya membujuk istriku, istriku terlihat bimbang, kemudian beranjak dari tempatnya pergi menuju kamar, ya kekamarku, dia membuka pintu sebentar kemudian menutupnya kembali. Saat itu, siang tadi aku tertidur dengan lelapnya hingga tidak menyadari yang terjadi di ruang tamu.
Dari kamar, istriku kembali ke ruang tamu tempat Johan berada. Melihat istriku datang, tampak Johan menanyakan sesuatu pada istriku dan entah dijawab apa karena aku tidak bisa mendengar suara mereka. Istriku kembali duduk disamping Johan, dan laki-laki itu mengulang kembali perbuatannya tadi, dia menarik tangan istriku kemudian mengusap-usapkan tangan istriku ke tonjolan selangkangannya!
Kali ini istriku tidak menariknya tetapi malah bergerak mengusap-usap tonjolan selangkangan Johan. Merasakan nikmat, Johan berhenti mengetik sesaat kemudian melanjutkan pekerjaannya. Gila.. Johan mengetik di laptop sementara istriku memberi servis tambahan yaitu mengusap-usap batang kejantanan Johan yang kulihat semakin menonjol seolah-olah meronta ingin dikeluarkan dari celananya.
Sesaat kemudian Johan membuka resletingnya, dan muncullah batang penis yang kulihat cukup gemuk apalgi bila dibandingkan badannya yang kurus. panjangnya tidak seberapa, bahkan bila kubandingkan masih jauh lebih besar dan panjang punyaku !
Tangan istriku bergerak mengambil bantal kursi untuk menutup penis Johan, dan meminta johan memegang bantal itu. Kemudian terlihat tangan istriku naik turun mengocok penis Johan.
Jantungku berdegup kencang dan tubuhku gemetaran melihat pemandangan itu, Istriku mengocok penis lelaki lain! bukan cuman itu dia melakukannya di rumah!!! Tak tahan dengan kocokan istriku, Johan berhenti mengetik kemudian bersandar dikursi matanya terpejam menikmati servis yang dilakukan istriku.
Tangan johan mulai bergerak, mengelus-elus punggung istriku yang masih dalam posisi duduk dan celingukan melihat-lihat keadaan mulai dari melihat ke arah jendela rumah hingga sesekali melihat ke kamarku, mungkin untuk memastikan aku tidak bangun.
Tidak berhenti hanya dipunggung, tangan johan bergerak ke depan kemudian mengelus-elus toket istriku dari luar bajunya. Istriku terlihat sesekali merem kemudian membuka matanya untuk kembali melihat-lihat keadaan.
Tangan johan sudah bergerak masuk ke balik bajunya, kemudian merogoh toket dibalik Bra dan meremas-remasnya. Karena kesulitan, Johan bergerak membuka kancing kemeja seragam PNS istriku, istriku semula menahan tetapi kemudian Johan membisikan sesuatu hingga akhirnya membebaskan Johan membuka 2 kancing atasnya, dan menyingkap bajunya, hingga terlihat toket istriku yg masih terbungkus bra hitam berendra sehingga tampak sangat kontras dengan toket istriku yang putih mulus.
Toket kenyal dan montok yang merupakan toket kebanggaanku itu kini diremas-remas oleh lelaki lain!!!
Karena ukurannya yang besar, serta tersumpal oleh baju, toket itu tampak membusung dan sangat menggairahkan!.. dan johan pun tau itu.. tidak sabar dia segera membuka kait bra istriku yang terletak didepan. sehingga toket istriku menyembul dengan bebasnya.
Johan langsung menjilat dan menghisap toket istriku, sementara penisnya masih dikocok oleh tangan mulus istriku. Kedua toket istriku dijilat dan dihisap secara bergantian.
Istriku semakin merem keenakan, perasaan waspada yang tadi ada sepertinya sudah hilang, dia sudah tidak peduli lagi dengan sekelilingnya. Bibir merahnya merekah karena kenikmatan yang diperolehnya, yang kemudian disambut oleh deep kiss oleh Johan yang diiringi oleh permainan lidah. Ciuman mereka cukup intens dan lama.
Tangan johan bergerilya ke arah selangkangan istriku, mengusap-usapnya, istriku terlihat sangat menikmati usapan johan, terlihat dari pahanya yang dibuka semakin melebar.Istriku kemudian mendorong badan Johan hingga bersender ke kursi, kemudian istriku menunduk ke arah penis johan yang semakin tegak berdiri. yang kemudian tenggelam dalam lumatan mulut istriku. Istriku mengulum, menghisap dan menjilati penis gemuk dan hitam Johan, seolah-olah menikmati penis itu. Padahal denganku, suaminya, istriku sering sekali menolak untuk menghisap penisku.
Istriku bergerak naik ke atas badan johan kemudian menyingkapkan rok panjangnya ke ujung paha hingga terlihat jelas paha putih mulus istriku, kemudian dia melucuti sendiri celana dalam yang dia pakai. Penis johan digenggam dan dikocok perlahan kemudian diarahkan menuju liang vaginanya.
Istriku menggesek-gesekan penis itu ke mulut vaginanya, seolah-olah vaginanya gatal dan penis itu digunakan untuk menggaruknya. dan kemudian bless.. penis itu amblas masuk seluruhnya ke vaginanya, kemudian terdiam, badan istriku melengkung menikmati gesekan penis johan kedalam vaginanya.
Johan yang bersender di kursi dengan rakusnya melahap kedua bukit kembar istriku, sementara tangannya memegang pantat istriku untuk menaik turunkan pantat itu. Istriku pun menyambutnya dengan menaik-turunkan pantatnya, hingga terlihat jelas sodokan-sodokan ****** johan yang dibenamkan ke dalam memek istriku. sementara tangan istriku bertahan pada senderan kursi sehingga keseimbangan badannya terjaga.
Istriku bergerak makin cepat begitupun Johan yang menaikan pantatnya, menginginkan penisnya terhujam makin dalam ke liang memek istriku.
Gerakan naik turun pantat istriku untuk mengeluar masukan ****** Johan yang diiringi juga dengan gerakan johan, berlangsung semakin cepat dan cepat..!
hingga mereka akhirnya terdiam dengan membenamkan kelamin mereka semakin dalam.. untuk menjemput puncak kenikmatan..!
Istriku masih berada diatas johan untuk beberapa saat mereka berciuman...
Pandanganku berkunang-kunang, kepalaku terasa berat melihat Istriku yang selama ini kubanggakan, baru saja bersetubuh sedang dengan lelaki lain.
JOGGING YANG TAK DAPAT KULUPAKAN
Bila aku mengingatkan kembali apa yang telah berlaku pada diriku aku menjadi tidak keruan. Badanku, perasaanku semuanya menjadi resah. Kenangan dulu mengusik jiwaku. Peristiwa yang kualami setahun lalu seperti kelmarin saja berlakunya.
Tiba-tiba aku merasa kegelian di seluruh tubuhku terutama di bahagian kemaluanku.Tetekku mula mengeras dan nampak putingnya menegang. Aku mula menggosok alur cipap dan meramas-ramas tetekku. Aku rasa geli dan seronok. Aku juga mula memasukkan jariku ke dalam cipapku dan berfantasi melakukan hubungan seks. Tanpa disedari aku memasukkan jariku dalam lubang cipap sambil berkhayal batang konek bergerak keluar masuk menggaru-garu cipapku yang gatal. Bila terasa nikmat aku melajukan gerakan jariku hingga akhirnya otot-ototku mula mengejang dan cairan panas menyembur keluar dari dalam cipap dan aku kepuasan.
Kenangan lama menjelma semula. Waktu itu aku sedang menuntut di sebuah IPTA di ibu kota. Seperti biasa bila hari minggu aku akan bangun pagi untuk berjoging. Aktiviti ini sudah menjadi rutin kehidupanku. Jika tidak berjoging sekurang-kurangnya 2 kali seminggu badanku terasa
tidak selesa. Mau atau tidak aku terpaksa berjoging agar badanku terasa segar dan aku gemar aktiviti ini.
Biasanya aku berjoging dengan Ani, kawanku. Tetapi kerana dia demam maka hari itu aku berjoging seorang diri. Trek joging yang selalu kami guna terletak di suatu kawasan hutan simpan. Treknya cantik berbukit-bukit di penuhi hutan kecil dengan udara cukup nyaman. Banyak orang berjoging di sana dari pelbagai umur. Dari budak kecil hingga datuk nenek.
Pagi Ahad itu aku datang agak pagi. Hanya ada beberapa orang saja sedang menghangatkan badan sebelum berlari. Aku mula berlari-lari kecil mengikut laluan yang disediakan. Dedaunan masih dibasahi titikan embun. Udara sungguh segar dan nyaman. Kabus pagi memutih di
sekeliling. Pokok-pokok kelihatan berbalam dan kicauan burung riuh kedengaran. Kira-kira 500 meter aku berlari aku mendengar tapak-tapak kaki berlari di belakangku. Makin lama bunyi tapak kaki makin kuat dan tiba-tiba badanku dipeluk dari belakang. Aku cuba melawan tapi tak
terdaya melawan tenaga dua orang lelaki berbadan kekar. Aku ditolak ke tepi sambil mulutku dipekup. Aku tak mampu menjerit atau meminta tolong.
Kedua lelaki tersebut menarikku ke dalam semak kecil di tepi trek joging. Aku diheret kira-kira 20 meter ke dalam semak yang agak tebal dan terlindung dari orang yang lalu-lalang. Salah seorang lelaki menarik tudung yang kupakai dan mengikat mulutku agar aku tidak dapat
berteriak. Aku masih panik dan terkejut waktu itu hingga aku tak mampu untuk bebuat apa-apa.
Aku dibaringkan ke tanah. Seorang lelaki berada di bahagian kepala sambil memegang kedua-dua tanganku. Seorang lagi di bahagian kaki memegang kedua-dua kakiku. Aku cuba meronta dan menendang-nendang. Lelaki itu memegang kuat pergelangan kakiku dan kaki seluar track
bottom yang kupakai. Aku cuba lagi meronta tetapi seluar aku yang terlondeh. Lelaki itu menarik keluar seluar yang kupakai. Paha dan kakiku terdedah menampakkan seluar dalam yang menutupi taman rahsiaku.
Lelaki di hujung kaki bertindak sepantas kilat. Seluar dalam yang kupakai ditarik pantas dan sekarang aku berbogel. Taman rahsiaku terdedah tanpa ditutupi walau seurat benang. Aku tak mampu melawan lagi. Kudratku telah habis dan sia-sia saja aku beradu tenaga dengan dua orang lelaki yang kuat. Aku menyerah dan bersedia menerima apa saja yang berlaku. Jika aku melawan mungkin nyawaku yang terancam. Melihat aku tidak meronta lagi maka kedua lelaki ini bertindak lebih lembut. Baju yang kupakai ditarik diikuti dengan baju dalam yang kupakai. Aku sekarang tak ubah seperti bayi yang baru lahir. Tiada apa yang menutupiku lagi. Aku tidak dpt berbuat apa-apa selain dari menahan rasa malu.
Kini terserlahlah tetekku yang sederhana besar dan juga pantatku yang bersih tembam kemerahan. Belum pernah ada orang menyaksikan aku sebegitu rupa. Aku sangat malu dan takut. Lelaki itu mula membelai rambutku dan mengusap pipiku dgn perlahan-lahan. Aku cuba meronta dengan sisa-sisa kekuatan yang masih tersisa. Kemudian dengan lembut lelaki itu mencium pipiku dan juga leherku dengan penuh nafsu. Aku pada ketika itu teramat geli kerana leherku sensitif dan dia menjilat-jilat telingaku. Bila lidahnya berlabuh di ketiakku yang
mulus menyebabkan aku meronta-ronta kerana geli. Aku mula rasa sedap tetapi aku tidak mahu melayan. Lelaki itu meneruskan dengan mula meramas tetekku dengan begitu lembut sehingga aku seronok dan tetekku menjadi keras. Hatiku berkata-kata, ada juga peroqol yang bertindak lemah lembut. Dalam filem aku melihat perogol bertindak ganas dan garang.
Dia menjilat tetekku, membelai tetekku, menghisap putingku dan menggentel serta menggaru sedikit di putingku. AKu mula seronok dan sedikit sebanyak telah mula lupa apa yang sedang berlaku. Setelah bermain dengan tetekku, lidahnya turun menjalar di lurah dadaku sehingga ke perut. Dia menjilat pusatku. Aku kegelian kerana aku belum pernah dilakukan seperti ini sebelumnya.
Lelaki yang bertubuh sasa ini mula mengusap tundunku yang montok. Tundun gebuku dihidu dan dicium. Bulu-bulu nipis diraba-raba dan ditarik-tarik lembut. Jari telunjuknya dijolok ke dalam lubang cipapku. Nafasku makin laju dan perasaan aneh menjalar ke seluruh tubuhku. Apabila dia mula menjilat vaginaku dengan penuh kelembutan, aku rasa seperti ada cairan panas mula meleleh keluar dari dalam rongga cipapku. Lelaki itu mula menjilat biji kelentitku. Terasa seperti aliran elektrik di sekujur tubuhku. Sedap dan penuh nikmat. Dia teruskan dengan menghisap dan menggentel kelentit dan cuba menyucuk lidahnya kedalam lubang pantatku. Kini aku sudah lupa bahawa aku sedang dirogol dan menikmatinya sebaik mungkin. Semakin dia menghisap dan menjilat, semakin sedap aku rasakan.
Sementara yang berbadan kekar meneroka bahagian bawah perutku, lelaki yang lebih kecil yang berada di kepalaku tidak tinggal diam. Tetekku yang telah mekar keras diramas-ramasnya. Tangannya nampak sedikit menggeletar bila dia menyentuh kulit tetekku yang halus. Rasanya lelaki ini belum ada pengalaman dengan wanita. Wajahnya nampak seperti
budak sekolah menengah. Terasa sunguh nikmat bila cipapku dijilat-jilat sementara tetekku di ramas-ramas.
Setelah puas melakukan demikian, lelaki kekar mula membuka seluarnya dan terpancullah satu batang yang besar dan menarik. Batang coklat tua itu terpacak di pangkal pahanya. Kemudian dia menindih badanya ke atas badanku dan batang balaknya dihalakan ke permukaan vaginaku. Dia tidak terus masuk, tetapi memainkan kepala bulat itu di alur kemaluanku. Aku menjadi sangat bernafsu sehingga aku tak sabar bila ia akan masuk ke dalam pantatku itu. Aku sudah tidak tahan. Lelaki tersebut secara perlahan melumurkan batangnya dengan cairan lendir yang keluar dari cipapku. Ditujah-tujahnya kepala bulat itu ke kelentitku. Digerakkan kepala koneknya meluncur lurah yang sudah basah di antara dua bibir kemaluanku yang telah membengkak.
Kakiku bergetar menahan geli bercampur nikmat. Kubukakan pahaku lebih luas sambil menanti tindakan selanjutnya. Kepala konek dan batangnya berlumuran degan cairan licin. Pelan-pelan dia menolak kepala licin ke mulut cipap. Aku seronok dan amat bernafsu, aku biarkan sahaja kepala bulat masuk malah aku cuba mengangkang kakiku dengan lebih luas agar batang itu masuk ke dalam pantatku. Walau pada mulanya aku berasa sakit kerana aku masih dara tetapi sakit itu mula berubah menjadi seronok, geli dan sangat nikmat. Aku merangkul kuat kakiku ke
pinggangnya bagi menahan gerakannya. Lelaki kekar itu seperti tahu kemahuanku maka didiamkan saja gerakannya sambil merendam batang balaknya di rongga cipapku yang hangat. Bila aku sudah selesa dan tiada lagi rasa sakit maka aku melonggarkan pautan kakiku. Kini aku
ingin sekali disetubuhi lelaki itu.
Maka bermulalah adegan sorong tarik. Lelaki itu melakukan dengan begitu perlahan sehingga tidak terasa sakit tetapi kenikmatan yang tidak terhingga. Rasanya lelaki ini sudah cukup berpengalamankerana tindakannya tidak gelojoh. Mungkin aku sudah lemas dengan nafsuku, aku sendiri berbisik pada lelaki itu agar dia mendayung dengan lebih laju lagi. Lelaki itu melakukan seperti apa yang aku suruh dan dia melajukan dayungannya. Kini nikmat yg kurasa tidak dapat kubayangkan lagi.
Agaknya lelaki kecil di kepalaku tak tertahan lagi melihat adegan yang berlaku di hadapannya maka dengan tangkas dia melondehkan seluar yang dipakainya. Terpacak batang konek yang tidak begitu besar. Kepalanya bulat macam kepunyaan kawannya juga. Dirapatkan batang koneknya ke mulutku. Mungkin kerana aku teramat bernafsu maka batang konek remaja itu aku kulum dan aku hisap. Meliuk lintuk badannya menahan geli bila kepala koneknya aku belai dengan lidahku yang kasar. Hanya beberapa minit cairan licin masin mula keluar dari hujung kepala koneknya.Aku mula menggerakkan punggungku dan mula bergerak seirama dengan lelaki kekar di celah pahaku. Aku rasa ghairah yang amat sangat. Dengan tidak semena-mena satu nikmat yg amat sangat telah kurasai. Pantatku tiba-tiba mengemut dengan begitu kuat seperti mencengkam batang lelaki itu. Cairan hangat banyak keluar membasahi permukaan cipapku. Lelaki itu juga mengalami kenikmatan bila badannya mengejang dan terasa cairan panas menyembur ke mulut rahimku. Cairan maninya telah dipancutkan ke dalam cipapku. Direndam balaknya dalam cipapku hingga beberapa minit kemudian dia mencabut batangnya yang terkulai dan terduduk lemas di tanah. Lelaki yang berada di kepalaku mula mengambil giliranya. Lelaki ini agak kecil badannya. Aku kira umurnya dalam lingkungan 14 tahun.
Batang koneknya terpacak tetapi tidak sebesar lelaki kekar tadi. Dimasukkan batangnya ke dalam cipapku yang masih basah. Mudah saja koneknya meluncur masuk dan dia mula menggerakkan punggungnya maju mundur. Mungkin ini adalah pengalaman seksnya yang pertama maka hanya beberapa minit maninya dah terpancut. Dia mengerang kuat bila maninya
bergerak keluar dari batang koneknya yang kecil. Badannya terhempas lemas di atas badanku. Nafasnya laju seperti pelari maraton.Aku ditinggalkan terkapar lesu di atas tanah setelah kedua lelaki ini mengucapkan terima kasih di telingaku. Perlahan aku bangun dan mengenakan semula pakaianku. Badanku terasa letih tapi nikmat. Aku tak meneruskan jogingku sebaliknya aku terus kembali ke hostel.Aku dirogol tapi aku menikmatinya. Peristiwa ini tak pernah aku lupa.
Bila aku terkenang kembali aku tersenyum sendirian.
Tiba-tiba aku merasa kegelian di seluruh tubuhku terutama di bahagian kemaluanku.Tetekku mula mengeras dan nampak putingnya menegang. Aku mula menggosok alur cipap dan meramas-ramas tetekku. Aku rasa geli dan seronok. Aku juga mula memasukkan jariku ke dalam cipapku dan berfantasi melakukan hubungan seks. Tanpa disedari aku memasukkan jariku dalam lubang cipap sambil berkhayal batang konek bergerak keluar masuk menggaru-garu cipapku yang gatal. Bila terasa nikmat aku melajukan gerakan jariku hingga akhirnya otot-ototku mula mengejang dan cairan panas menyembur keluar dari dalam cipap dan aku kepuasan.
Kenangan lama menjelma semula. Waktu itu aku sedang menuntut di sebuah IPTA di ibu kota. Seperti biasa bila hari minggu aku akan bangun pagi untuk berjoging. Aktiviti ini sudah menjadi rutin kehidupanku. Jika tidak berjoging sekurang-kurangnya 2 kali seminggu badanku terasa
tidak selesa. Mau atau tidak aku terpaksa berjoging agar badanku terasa segar dan aku gemar aktiviti ini.
Biasanya aku berjoging dengan Ani, kawanku. Tetapi kerana dia demam maka hari itu aku berjoging seorang diri. Trek joging yang selalu kami guna terletak di suatu kawasan hutan simpan. Treknya cantik berbukit-bukit di penuhi hutan kecil dengan udara cukup nyaman. Banyak orang berjoging di sana dari pelbagai umur. Dari budak kecil hingga datuk nenek.
Pagi Ahad itu aku datang agak pagi. Hanya ada beberapa orang saja sedang menghangatkan badan sebelum berlari. Aku mula berlari-lari kecil mengikut laluan yang disediakan. Dedaunan masih dibasahi titikan embun. Udara sungguh segar dan nyaman. Kabus pagi memutih di
sekeliling. Pokok-pokok kelihatan berbalam dan kicauan burung riuh kedengaran. Kira-kira 500 meter aku berlari aku mendengar tapak-tapak kaki berlari di belakangku. Makin lama bunyi tapak kaki makin kuat dan tiba-tiba badanku dipeluk dari belakang. Aku cuba melawan tapi tak
terdaya melawan tenaga dua orang lelaki berbadan kekar. Aku ditolak ke tepi sambil mulutku dipekup. Aku tak mampu menjerit atau meminta tolong.
Kedua lelaki tersebut menarikku ke dalam semak kecil di tepi trek joging. Aku diheret kira-kira 20 meter ke dalam semak yang agak tebal dan terlindung dari orang yang lalu-lalang. Salah seorang lelaki menarik tudung yang kupakai dan mengikat mulutku agar aku tidak dapat
berteriak. Aku masih panik dan terkejut waktu itu hingga aku tak mampu untuk bebuat apa-apa.
Aku dibaringkan ke tanah. Seorang lelaki berada di bahagian kepala sambil memegang kedua-dua tanganku. Seorang lagi di bahagian kaki memegang kedua-dua kakiku. Aku cuba meronta dan menendang-nendang. Lelaki itu memegang kuat pergelangan kakiku dan kaki seluar track
bottom yang kupakai. Aku cuba lagi meronta tetapi seluar aku yang terlondeh. Lelaki itu menarik keluar seluar yang kupakai. Paha dan kakiku terdedah menampakkan seluar dalam yang menutupi taman rahsiaku.
Lelaki di hujung kaki bertindak sepantas kilat. Seluar dalam yang kupakai ditarik pantas dan sekarang aku berbogel. Taman rahsiaku terdedah tanpa ditutupi walau seurat benang. Aku tak mampu melawan lagi. Kudratku telah habis dan sia-sia saja aku beradu tenaga dengan dua orang lelaki yang kuat. Aku menyerah dan bersedia menerima apa saja yang berlaku. Jika aku melawan mungkin nyawaku yang terancam. Melihat aku tidak meronta lagi maka kedua lelaki ini bertindak lebih lembut. Baju yang kupakai ditarik diikuti dengan baju dalam yang kupakai. Aku sekarang tak ubah seperti bayi yang baru lahir. Tiada apa yang menutupiku lagi. Aku tidak dpt berbuat apa-apa selain dari menahan rasa malu.
Kini terserlahlah tetekku yang sederhana besar dan juga pantatku yang bersih tembam kemerahan. Belum pernah ada orang menyaksikan aku sebegitu rupa. Aku sangat malu dan takut. Lelaki itu mula membelai rambutku dan mengusap pipiku dgn perlahan-lahan. Aku cuba meronta dengan sisa-sisa kekuatan yang masih tersisa. Kemudian dengan lembut lelaki itu mencium pipiku dan juga leherku dengan penuh nafsu. Aku pada ketika itu teramat geli kerana leherku sensitif dan dia menjilat-jilat telingaku. Bila lidahnya berlabuh di ketiakku yang
mulus menyebabkan aku meronta-ronta kerana geli. Aku mula rasa sedap tetapi aku tidak mahu melayan. Lelaki itu meneruskan dengan mula meramas tetekku dengan begitu lembut sehingga aku seronok dan tetekku menjadi keras. Hatiku berkata-kata, ada juga peroqol yang bertindak lemah lembut. Dalam filem aku melihat perogol bertindak ganas dan garang.
Dia menjilat tetekku, membelai tetekku, menghisap putingku dan menggentel serta menggaru sedikit di putingku. AKu mula seronok dan sedikit sebanyak telah mula lupa apa yang sedang berlaku. Setelah bermain dengan tetekku, lidahnya turun menjalar di lurah dadaku sehingga ke perut. Dia menjilat pusatku. Aku kegelian kerana aku belum pernah dilakukan seperti ini sebelumnya.
Lelaki yang bertubuh sasa ini mula mengusap tundunku yang montok. Tundun gebuku dihidu dan dicium. Bulu-bulu nipis diraba-raba dan ditarik-tarik lembut. Jari telunjuknya dijolok ke dalam lubang cipapku. Nafasku makin laju dan perasaan aneh menjalar ke seluruh tubuhku. Apabila dia mula menjilat vaginaku dengan penuh kelembutan, aku rasa seperti ada cairan panas mula meleleh keluar dari dalam rongga cipapku. Lelaki itu mula menjilat biji kelentitku. Terasa seperti aliran elektrik di sekujur tubuhku. Sedap dan penuh nikmat. Dia teruskan dengan menghisap dan menggentel kelentit dan cuba menyucuk lidahnya kedalam lubang pantatku. Kini aku sudah lupa bahawa aku sedang dirogol dan menikmatinya sebaik mungkin. Semakin dia menghisap dan menjilat, semakin sedap aku rasakan.
Sementara yang berbadan kekar meneroka bahagian bawah perutku, lelaki yang lebih kecil yang berada di kepalaku tidak tinggal diam. Tetekku yang telah mekar keras diramas-ramasnya. Tangannya nampak sedikit menggeletar bila dia menyentuh kulit tetekku yang halus. Rasanya lelaki ini belum ada pengalaman dengan wanita. Wajahnya nampak seperti
budak sekolah menengah. Terasa sunguh nikmat bila cipapku dijilat-jilat sementara tetekku di ramas-ramas.
Setelah puas melakukan demikian, lelaki kekar mula membuka seluarnya dan terpancullah satu batang yang besar dan menarik. Batang coklat tua itu terpacak di pangkal pahanya. Kemudian dia menindih badanya ke atas badanku dan batang balaknya dihalakan ke permukaan vaginaku. Dia tidak terus masuk, tetapi memainkan kepala bulat itu di alur kemaluanku. Aku menjadi sangat bernafsu sehingga aku tak sabar bila ia akan masuk ke dalam pantatku itu. Aku sudah tidak tahan. Lelaki tersebut secara perlahan melumurkan batangnya dengan cairan lendir yang keluar dari cipapku. Ditujah-tujahnya kepala bulat itu ke kelentitku. Digerakkan kepala koneknya meluncur lurah yang sudah basah di antara dua bibir kemaluanku yang telah membengkak.
Kakiku bergetar menahan geli bercampur nikmat. Kubukakan pahaku lebih luas sambil menanti tindakan selanjutnya. Kepala konek dan batangnya berlumuran degan cairan licin. Pelan-pelan dia menolak kepala licin ke mulut cipap. Aku seronok dan amat bernafsu, aku biarkan sahaja kepala bulat masuk malah aku cuba mengangkang kakiku dengan lebih luas agar batang itu masuk ke dalam pantatku. Walau pada mulanya aku berasa sakit kerana aku masih dara tetapi sakit itu mula berubah menjadi seronok, geli dan sangat nikmat. Aku merangkul kuat kakiku ke
pinggangnya bagi menahan gerakannya. Lelaki kekar itu seperti tahu kemahuanku maka didiamkan saja gerakannya sambil merendam batang balaknya di rongga cipapku yang hangat. Bila aku sudah selesa dan tiada lagi rasa sakit maka aku melonggarkan pautan kakiku. Kini aku
ingin sekali disetubuhi lelaki itu.
Maka bermulalah adegan sorong tarik. Lelaki itu melakukan dengan begitu perlahan sehingga tidak terasa sakit tetapi kenikmatan yang tidak terhingga. Rasanya lelaki ini sudah cukup berpengalamankerana tindakannya tidak gelojoh. Mungkin aku sudah lemas dengan nafsuku, aku sendiri berbisik pada lelaki itu agar dia mendayung dengan lebih laju lagi. Lelaki itu melakukan seperti apa yang aku suruh dan dia melajukan dayungannya. Kini nikmat yg kurasa tidak dapat kubayangkan lagi.
Agaknya lelaki kecil di kepalaku tak tertahan lagi melihat adegan yang berlaku di hadapannya maka dengan tangkas dia melondehkan seluar yang dipakainya. Terpacak batang konek yang tidak begitu besar. Kepalanya bulat macam kepunyaan kawannya juga. Dirapatkan batang koneknya ke mulutku. Mungkin kerana aku teramat bernafsu maka batang konek remaja itu aku kulum dan aku hisap. Meliuk lintuk badannya menahan geli bila kepala koneknya aku belai dengan lidahku yang kasar. Hanya beberapa minit cairan licin masin mula keluar dari hujung kepala koneknya.Aku mula menggerakkan punggungku dan mula bergerak seirama dengan lelaki kekar di celah pahaku. Aku rasa ghairah yang amat sangat. Dengan tidak semena-mena satu nikmat yg amat sangat telah kurasai. Pantatku tiba-tiba mengemut dengan begitu kuat seperti mencengkam batang lelaki itu. Cairan hangat banyak keluar membasahi permukaan cipapku. Lelaki itu juga mengalami kenikmatan bila badannya mengejang dan terasa cairan panas menyembur ke mulut rahimku. Cairan maninya telah dipancutkan ke dalam cipapku. Direndam balaknya dalam cipapku hingga beberapa minit kemudian dia mencabut batangnya yang terkulai dan terduduk lemas di tanah. Lelaki yang berada di kepalaku mula mengambil giliranya. Lelaki ini agak kecil badannya. Aku kira umurnya dalam lingkungan 14 tahun.
Batang koneknya terpacak tetapi tidak sebesar lelaki kekar tadi. Dimasukkan batangnya ke dalam cipapku yang masih basah. Mudah saja koneknya meluncur masuk dan dia mula menggerakkan punggungnya maju mundur. Mungkin ini adalah pengalaman seksnya yang pertama maka hanya beberapa minit maninya dah terpancut. Dia mengerang kuat bila maninya
bergerak keluar dari batang koneknya yang kecil. Badannya terhempas lemas di atas badanku. Nafasnya laju seperti pelari maraton.Aku ditinggalkan terkapar lesu di atas tanah setelah kedua lelaki ini mengucapkan terima kasih di telingaku. Perlahan aku bangun dan mengenakan semula pakaianku. Badanku terasa letih tapi nikmat. Aku tak meneruskan jogingku sebaliknya aku terus kembali ke hostel.Aku dirogol tapi aku menikmatinya. Peristiwa ini tak pernah aku lupa.
Bila aku terkenang kembali aku tersenyum sendirian.
PENGALAMAN YANG TAK DAPAT KULUPAKAN
APA YANG KUCERITAKAN INI ADALAH BENAR DAN MEMBABITKAN NAMA SEBENAR MEREKA YANG TERLIBAT.
Apa yang kualami tidak pernah kulupakan dengan begitu saja tapi hatiku bergoncang dengan apa yang sudah terjadi sejak setahun yang lalu.Tapi hatiku tetap tidak dapat melupakan dengan apa yang berlaku setahun yang lepas.Aku amat seronok dengan apa yang telah kubuat pada gadis tersebut.
Aku memang kenal dengan raylene ini tapi saya dan dia tidak rapat sangat walaupun tinggal dalam satu rumah flat.Maksud saya rumah pangsa tapi dia tinggal tingkat 3.Setiap kali dia turun dari rumah aku akan cuba memikat hatinya tapi aku tewas dalam permainan ini.Aku cuba dan mencuba dan mencuba mungkin nasibku baik.Setiap kali aku menatap wajahnya, aku rasa sayu.Setiap kali juga aku sering melancap sehingga air mani ku melelih keluar.Selepas melancap aku akan berasa lemah akan perbuatan yang telah kulakukan, begitulah keadaanku setiap aku melihatnya.Raylene ni seorang gadis yang berbangsa dayak.Dia ini mudah juga bergaul dengan orang lain.Tetapi berlainan pula sikapnya kat aku.Aku pula tak kisah dengan apa yang membuatkanya benci kat aku.
Setiap kali juga dia turun dari rumahnya pada waktu malam untuk membeli roti yang dijual oleh apek dengan yang jual guna van.Semasa dia turun dia selalu memakai pakaian yang seksi sehingga menampakan pehanya yang putih.Malah boboyku sekejap sahaja naik apabila melihat dia berpakaian dia begitu. Pada waktu itu juga rakanku yang melepak selalu juga menggaggu dia apabila dia membeli roti.Aku amat cemburu dengan tindakan mereka itu.Namun ada juga dikalangan mereka yang mengambil kesempatan untuk memegang buritnya apabila dia berjalan balik ke rumah.Kelakuan mereka itu hanya kadang-kala sahaja terjadi. Dia hanya sempat berkata"jangan macam itulah".Aku melihat dari tingkap rumahku akan gelagat mereka.Mereka yang menggangu nya itu adalah rakanku juga.Tapi aku tak ambil kisah dengan itu.
Pada suatu petang aku dan rakanku berkumpul dihalaman rumah kebetulan juga rakan raylene turut serta join dengan kami.Kami pun undi setiap pasangan bergu main badminton.Setelah undi aku berpasangan dengan dia.Cun juga pasanganku dengan dia.Mahu tak mahu diapun menegurku.Aku menjawap dengan beberapa patah kata.Setelah penat bermain aku dan dia relax kat bangku relax melepaskan rasa penat selepas main tadi.Rakanku semua membiarkan kami berdua.Mereka semua seronok bermain badminton tanpa menghiraukan kami.
Aku pun berbual dengan dia.Setelah berbual-bual aku pun mengucapkan satu kata yang hendak ku sampaikan "Lin aku suka kat awak dan amat mencintaimu".Dia hanya tersenyum apabila mendengar kataku."lawak betul awak nilah". katanya.Lalu dia pun meminta kebenaran dariku untuk pulang.Sebelum pulang aku memesan ingin berjumpa dengannya pada pukul 8.00 malam dekat taman permainan.Dia menepati janji pada malamnya.Aku buat dating dengannya sehingga larut malam."Saya sebenar sudah lama suka kat awak tapi awak ni pendiam sebab tu saya benci kat awak ni".Aku hanya diam mendengar katanya.oooo begitu rupanya,patut awak lain macam saja jumpa saya .Jam tanganku menunujukkan 12 tengah malam.Kami pun pulang belum sempat dia balik dia menyuruhku pergi ke rumahnya tengah hari esok dengan tujuan mengulang kaji pelajaran bersama.
Kesokkan harinya aku pun pergi kat rumahnya dan mengetok pintu rumahnya.Dia membuka pintu dan mempersilakan aku masuk.Setelah itu aku duduk kat kerusi rumahnya. kebetulan juaga hari itu semua orang dirumahnya tak ada.Dia pun mengambil buku untuk diulangkaji.Kami duduk berdekatan mengulang kaji bersama.Setelah terlalu lama, mataku hilang kosentrasi dengan memandang mukanya.Dia hairan melihatku.Lalu aku teringat akan kata-kat adiknya"kakak saya ada lihat blue film yang dibuka oleh bapaku tapi cara sembunyi-sembunyi curi melihat" Batang kemaluanku tiba-tiba menegak. Raylene u ni pernah tengok film blue film ke cara curi-curi.dengan berani aku bertanya.Raylene hairan memandangku"siapa yang cakap kat awak"tanya nya.
"Adik awaklah".kataku.Dia menunduk malu.Tanpa ragu-ragu aku pun mengajaknya menonton blue film ayahnya.Dia pun mengambil blue film yang disimpan oleh ayahnya.Dalam hatiku berkata rupanya dia ni dalam senyap ada juga tonton film macam ni. Belum sampai 5 minit menonton film itu.Dia naik stim.Dia duduk disebelahku berada dalam keadaan stim.Tanpa tidak dapat menahan nafsunya tiba-tiba dia memanggil namaku way .
Aku melihat dia mencapai tahap kalimak hendak keluar.Tanpa ragu-ragu aku cuba menutup film itu.Dia pun berhenti berbuat demikian.Tapi raut wajahnya dia dalam keadaan yang stim.Aku bertanya raylene ju kita buat.Aku terus membawanya pergi kat katil ayahnya .Dia pun mendekatkan mukanya kat aku.Aku menciumnya tapi dia amat kekok sikit.Aku mengulum lidah.Dia juga kelihatn serba-sedikit malu berbuat demikian.Aku terus menciumnya bahagian badannya dan dia naik stim yang kuat amat sangat."huhhuhuhuh" dia mengeluh.......Dia mengeliat-liat apabila aku menjilat lehernya.Aku membuka bajunya satu persatu mula-mula butang bajunya kutanggalkan dan ternampaklah buah dadanya yang mengejang.Aku membuka coli yang dipakainya lalu aku terus menjilatnya dengan penuh nafsu.Inilah saat yang sangat kuidamkan selama ini.Setelah puas aku menjilat puting buah dadanya lalu dia berkata'way aku dah tak tahan ni.Skirtnya ku buka juga satu persatu-satu sehingga nampak seluar dalamnya.Aku pun membuka bajuku sehingga hanya seluar dalam ku yang nampak."cepatlah aku dah tak tahan ni"katanya. Aku pun membuka seluar dalamku maka nampaklah satu zakar yang besar menegak.Aku terus membuka seluar dalam raylene.Tanapa berlengah aku terus memasukkan pelir ku dalam farajnya.Ahhhhhh!!!!!!!!! sakit.....katanya.
Aku cuba memasukannya secara perlahan-lahan dan akhirnya aku berjaya menakluki lubuk yang indah itu.maka berlakulah adengan in &out...ahhhhhhhhhhhh.Aku semakin cepat melakukan adegan tersebut.Alangkah seronoknya mengamput perempuan daripada melancap.Malah ini pengalaman ku yang pertama mengamput faraj wanita.Rasanya seperti farajnya menghisap pelirku. "Lin aku dah nak keluar ni....Lalu aku pancutkan dekat perutnya berserta dengan rasa organisme faraj yang dikeluarkannya.Pelirku berasa panas sikit dengan khadiran cecair yang dikeluarkannya.Setelah itu aku menjilat biji kelentit walaupun ianya berbau air maniku. "ahhhhhhhhhh dia mengering kesedapan akibat perbuatan ku . ahhhhhhhhhhhhhh.......huhuhuhuhuhaaahhhhhhh lagi way.....lagi way.Aku terus menjilat.Setelah itu aku pula menyuruhnya menjilat pelir tapi dia tak mahu "geli saya "malah kupaksa juga akhirnya dia menjilat pelir "ahhhhhhhh betapa sedapnya nikmat yang kurasa ini.Aku memegang kepalanya kerana terlalu sedap."Lin dah nak keluar ni....u nak telan ke.........dia cuba menarik mukanya tapi terlambat air maniku dengan cepatnya keluar dan termasuk kedalam mulutnya.Aku menyuruhnya agar dia menelan air mani tersebut.Selepas itu aku menjilat semula biji kelentitnya sekali dia mengeluarkan air kalimat....aku terus tarik diri....Aku pun guna stail merangkak dan aku amputnya dari belakang........aduhhhhhhahhhhhhhhhhh.Air mani ku terpancut lagi maka pelir lembik dan aku menyuruhnya menjilatnya semula.............dia menjilat dengan penuh ghairah sekali.Batang pelir ku naik semula dengan itu aku melanjutkan adegan pada farajnya dengan bermacam-macam stail.Kami sama-sama mengeluh kesedapan.Akhirnya kami pun berhenti dengan adegan itu.Setelah puas bermatian berperang ,aku melihat pelir beberapa tompok darah.Rupa aku telah memecah virgin gadis yang masih dara.Tapi dia memberikan senyuman kepada sebagai tanda dia berasa puas denganku.Kami pun sama-sama mengenakan pakaian.Setelah siap mengenakan pakaian aku pun pulang.Sebelum pulang aku sempat memberikan kucupan mulut dengan sebagai tanda terima kasih.Kini saya berpindah tempat lain malah saya tidak akan melupakan apa yang telah berlaku.Pengalaman manis tidak akan ku lupakan tambahan pulak kami sama-sama first time in play dan kami berasa puas melakukanya.
Apa yang kualami tidak pernah kulupakan dengan begitu saja tapi hatiku bergoncang dengan apa yang sudah terjadi sejak setahun yang lalu.Tapi hatiku tetap tidak dapat melupakan dengan apa yang berlaku setahun yang lepas.Aku amat seronok dengan apa yang telah kubuat pada gadis tersebut.
Aku memang kenal dengan raylene ini tapi saya dan dia tidak rapat sangat walaupun tinggal dalam satu rumah flat.Maksud saya rumah pangsa tapi dia tinggal tingkat 3.Setiap kali dia turun dari rumah aku akan cuba memikat hatinya tapi aku tewas dalam permainan ini.Aku cuba dan mencuba dan mencuba mungkin nasibku baik.Setiap kali aku menatap wajahnya, aku rasa sayu.Setiap kali juga aku sering melancap sehingga air mani ku melelih keluar.Selepas melancap aku akan berasa lemah akan perbuatan yang telah kulakukan, begitulah keadaanku setiap aku melihatnya.Raylene ni seorang gadis yang berbangsa dayak.Dia ini mudah juga bergaul dengan orang lain.Tetapi berlainan pula sikapnya kat aku.Aku pula tak kisah dengan apa yang membuatkanya benci kat aku.
Setiap kali juga dia turun dari rumahnya pada waktu malam untuk membeli roti yang dijual oleh apek dengan yang jual guna van.Semasa dia turun dia selalu memakai pakaian yang seksi sehingga menampakan pehanya yang putih.Malah boboyku sekejap sahaja naik apabila melihat dia berpakaian dia begitu. Pada waktu itu juga rakanku yang melepak selalu juga menggaggu dia apabila dia membeli roti.Aku amat cemburu dengan tindakan mereka itu.Namun ada juga dikalangan mereka yang mengambil kesempatan untuk memegang buritnya apabila dia berjalan balik ke rumah.Kelakuan mereka itu hanya kadang-kala sahaja terjadi. Dia hanya sempat berkata"jangan macam itulah".Aku melihat dari tingkap rumahku akan gelagat mereka.Mereka yang menggangu nya itu adalah rakanku juga.Tapi aku tak ambil kisah dengan itu.
Pada suatu petang aku dan rakanku berkumpul dihalaman rumah kebetulan juga rakan raylene turut serta join dengan kami.Kami pun undi setiap pasangan bergu main badminton.Setelah undi aku berpasangan dengan dia.Cun juga pasanganku dengan dia.Mahu tak mahu diapun menegurku.Aku menjawap dengan beberapa patah kata.Setelah penat bermain aku dan dia relax kat bangku relax melepaskan rasa penat selepas main tadi.Rakanku semua membiarkan kami berdua.Mereka semua seronok bermain badminton tanpa menghiraukan kami.
Aku pun berbual dengan dia.Setelah berbual-bual aku pun mengucapkan satu kata yang hendak ku sampaikan "Lin aku suka kat awak dan amat mencintaimu".Dia hanya tersenyum apabila mendengar kataku."lawak betul awak nilah". katanya.Lalu dia pun meminta kebenaran dariku untuk pulang.Sebelum pulang aku memesan ingin berjumpa dengannya pada pukul 8.00 malam dekat taman permainan.Dia menepati janji pada malamnya.Aku buat dating dengannya sehingga larut malam."Saya sebenar sudah lama suka kat awak tapi awak ni pendiam sebab tu saya benci kat awak ni".Aku hanya diam mendengar katanya.oooo begitu rupanya,patut awak lain macam saja jumpa saya .Jam tanganku menunujukkan 12 tengah malam.Kami pun pulang belum sempat dia balik dia menyuruhku pergi ke rumahnya tengah hari esok dengan tujuan mengulang kaji pelajaran bersama.
Kesokkan harinya aku pun pergi kat rumahnya dan mengetok pintu rumahnya.Dia membuka pintu dan mempersilakan aku masuk.Setelah itu aku duduk kat kerusi rumahnya. kebetulan juaga hari itu semua orang dirumahnya tak ada.Dia pun mengambil buku untuk diulangkaji.Kami duduk berdekatan mengulang kaji bersama.Setelah terlalu lama, mataku hilang kosentrasi dengan memandang mukanya.Dia hairan melihatku.Lalu aku teringat akan kata-kat adiknya"kakak saya ada lihat blue film yang dibuka oleh bapaku tapi cara sembunyi-sembunyi curi melihat" Batang kemaluanku tiba-tiba menegak. Raylene u ni pernah tengok film blue film ke cara curi-curi.dengan berani aku bertanya.Raylene hairan memandangku"siapa yang cakap kat awak"tanya nya.
"Adik awaklah".kataku.Dia menunduk malu.Tanpa ragu-ragu aku pun mengajaknya menonton blue film ayahnya.Dia pun mengambil blue film yang disimpan oleh ayahnya.Dalam hatiku berkata rupanya dia ni dalam senyap ada juga tonton film macam ni. Belum sampai 5 minit menonton film itu.Dia naik stim.Dia duduk disebelahku berada dalam keadaan stim.Tanpa tidak dapat menahan nafsunya tiba-tiba dia memanggil namaku way .
Aku melihat dia mencapai tahap kalimak hendak keluar.Tanpa ragu-ragu aku cuba menutup film itu.Dia pun berhenti berbuat demikian.Tapi raut wajahnya dia dalam keadaan yang stim.Aku bertanya raylene ju kita buat.Aku terus membawanya pergi kat katil ayahnya .Dia pun mendekatkan mukanya kat aku.Aku menciumnya tapi dia amat kekok sikit.Aku mengulum lidah.Dia juga kelihatn serba-sedikit malu berbuat demikian.Aku terus menciumnya bahagian badannya dan dia naik stim yang kuat amat sangat."huhhuhuhuh" dia mengeluh.......Dia mengeliat-liat apabila aku menjilat lehernya.Aku membuka bajunya satu persatu mula-mula butang bajunya kutanggalkan dan ternampaklah buah dadanya yang mengejang.Aku membuka coli yang dipakainya lalu aku terus menjilatnya dengan penuh nafsu.Inilah saat yang sangat kuidamkan selama ini.Setelah puas aku menjilat puting buah dadanya lalu dia berkata'way aku dah tak tahan ni.Skirtnya ku buka juga satu persatu-satu sehingga nampak seluar dalamnya.Aku pun membuka bajuku sehingga hanya seluar dalam ku yang nampak."cepatlah aku dah tak tahan ni"katanya. Aku pun membuka seluar dalamku maka nampaklah satu zakar yang besar menegak.Aku terus membuka seluar dalam raylene.Tanapa berlengah aku terus memasukkan pelir ku dalam farajnya.Ahhhhhh!!!!!!!!! sakit.....katanya.
Aku cuba memasukannya secara perlahan-lahan dan akhirnya aku berjaya menakluki lubuk yang indah itu.maka berlakulah adengan in &out...ahhhhhhhhhhhh.Aku semakin cepat melakukan adegan tersebut.Alangkah seronoknya mengamput perempuan daripada melancap.Malah ini pengalaman ku yang pertama mengamput faraj wanita.Rasanya seperti farajnya menghisap pelirku. "Lin aku dah nak keluar ni....Lalu aku pancutkan dekat perutnya berserta dengan rasa organisme faraj yang dikeluarkannya.Pelirku berasa panas sikit dengan khadiran cecair yang dikeluarkannya.Setelah itu aku menjilat biji kelentit walaupun ianya berbau air maniku. "ahhhhhhhhhh dia mengering kesedapan akibat perbuatan ku . ahhhhhhhhhhhhhh.......huhuhuhuhuhaaahhhhhhh lagi way.....lagi way.Aku terus menjilat.Setelah itu aku pula menyuruhnya menjilat pelir tapi dia tak mahu "geli saya "malah kupaksa juga akhirnya dia menjilat pelir "ahhhhhhhh betapa sedapnya nikmat yang kurasa ini.Aku memegang kepalanya kerana terlalu sedap."Lin dah nak keluar ni....u nak telan ke.........dia cuba menarik mukanya tapi terlambat air maniku dengan cepatnya keluar dan termasuk kedalam mulutnya.Aku menyuruhnya agar dia menelan air mani tersebut.Selepas itu aku menjilat semula biji kelentitnya sekali dia mengeluarkan air kalimat....aku terus tarik diri....Aku pun guna stail merangkak dan aku amputnya dari belakang........aduhhhhhhahhhhhhhhhhh.Air mani ku terpancut lagi maka pelir lembik dan aku menyuruhnya menjilatnya semula.............dia menjilat dengan penuh ghairah sekali.Batang pelir ku naik semula dengan itu aku melanjutkan adegan pada farajnya dengan bermacam-macam stail.Kami sama-sama mengeluh kesedapan.Akhirnya kami pun berhenti dengan adegan itu.Setelah puas bermatian berperang ,aku melihat pelir beberapa tompok darah.Rupa aku telah memecah virgin gadis yang masih dara.Tapi dia memberikan senyuman kepada sebagai tanda dia berasa puas denganku.Kami pun sama-sama mengenakan pakaian.Setelah siap mengenakan pakaian aku pun pulang.Sebelum pulang aku sempat memberikan kucupan mulut dengan sebagai tanda terima kasih.Kini saya berpindah tempat lain malah saya tidak akan melupakan apa yang telah berlaku.Pengalaman manis tidak akan ku lupakan tambahan pulak kami sama-sama first time in play dan kami berasa puas melakukanya.
Monday, October 29, 2012
PERSELINGKUHAN YANG TAK DISANGKA
Aku menikah dengan usia yang relatif muda, yaitu 25 tahun dan istriku 22 tahun. Aku bersyukur bisa memperoleh istri yang cantik dan tubuh yang seksi dengan dada yang menantang dan pantat yg sekal, tapi bukan itu alasanku memilih dia tapi kebaikan dan ketaatannya dalam beribadah yang membuatku yakin dengan pilihanku.
Karena menikah dengan usia muda dan karir masi pemula membuat kami belum mampu membeli rumah sendiri, sehingga kami pun ngontrak rumah dipinggiran kota. Itu pun tidak lama karena mertuaku menyuruh kami tinggal bersama mereka. Karena berbagai pertimbangan kami pun setuju tinggal di rumah mertuaku.
Mertuaku tinggal di rumah berdua, dan mereka mempunyai toko yang terletak tidak jauhdari rumah. Mereka mempunyai 2 karyawan wanita sebagai penjaga toko, dan 2 karyawan laki-laki berusia remaja (sekitar 18 tahun) bernama yusup.
Ibu mertuaku masih relatif muda yaitu 40 tahunan dengan badan agak gemuk dan dada yang besar. Wajahnya masih cantik untuk ukuran usianya. Bapak mertuaku juga masih terlihat tegap.
Tidak ada yang aneh hingga peristiwa itu terjadi. Saat itu aku pulang siang dari kantor karena kepalaku sakit sekali. Tiba di depan pintu rumah, terlihat rumah sangat sepi. Karena memiliki kunci aku bisa masuk dengan leluasa. Langsung menuju kamarku, tetapi ketika aku hendak melewati dapur terdengar suara-suara mencurigakan dari dapur.
dengan mengendap-endap aku menuju dapur. Dadaku langsung berdegup kencang melihat pemandangan yang kulihat.
Kulihat ibu mertuaku meronta-ronta dalam pelukan pria yg aku tau itu bukan bapak mertuaku. Tadinya aku ingin bertindak menghajar laki-laki itu, tapi entah kenapa aku hanya terdiam saja.
Laki-laki itu dengan kasar meremas dada mertuaku yang saat itu memakai daster dengan tali yang kecil hingga ketiaknya terlihat. Tangan itu kemudian menurunkan tali dan BH sehingga menyembul dada besar mertuaku. Tangan laki-laki yang semula meremas berganti memilin puting susunya.
"Jangan Sup, ibu kan udah tua", kudengar mertuaku bicara ditengah desahannya, dan tangannya mendorong pelan dada laki-laki itu, yang bernama yusup! Ya yusup, karyawannya yang masih muda, aku takjub berani juga anak itu!, batinku.
"habis, bodi ibu seksi bgt, apalagi toketmu. Jadi ga tahan pengen ******* ibu' ujar yusup, sambil tangannya kini bergerak menyingkap kan daster, sehingga paha putih dan cd krem berenda mertuaku terlihat jelas.
Yusup kemudian berlutut dan memelorotkan cd mertuaku ke bawah sehingga muncul bulu-bulu jembut mertuaku yang rimbun. Yusup langsung melahap vagina mertuaku yang terpampang, menjilat dan mengigit kecil itil mertuaku. Nafas mertuaku semakin tak beraturan, matanya merem melek, kemudian badan bergetar, sepertinya dia sedang memperoleh kenikmatan yang dahsyat.
Tiba-tiba mertuaku menarik kepala yusup. "cepet masukin sebelum suamiku datang!" bisik mertuaku. Yusup dengancepat membuka celana jeansnya dan sedikit menurunkan cdnya hingga mengacung batang ****** yang ingin segera masuk ke sarangnya.
Mertuaku tampaknya tidak ingin buang-buang waktu, dia segera mendorong yusup hingga terlentang, batang kejantanan yusup digenggam kemudian dijilat dan dikulum sebentar. Tak lama kemudian mertuaku naik ke badan yusup lalu meraih ****** yusup kemudian diarahkan ke lubang vaginanya. Bless... ****** yusup pun amblas ke dalam.
Bagaikan joki yg sedang menunggangi kuda, mertuaku bergerak liar menggoyang pinggulnya, sementara yusup mendesis keenakan. Hingga 'saya mau keluar bu' desis yusup, "ibu juga! ... Aaakh..." kedua tubuh mereka mengejang dan "croot...croot..". Mereka terdiam beberapa saat menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada. Kemudian ambruk bersama-sama."
"ayo cepat kamu balik lag ike toko, nanti suamiku nyariin!".. Kata mertuaku perlahan pada yusup. Yusup pun bergegas merapikan celana Kemudian mencium kening mertuaku "terima kasih ya bu...". Mertuaku tak menjawab, hanya terdiam mengumpulkan nafas setelah pergumulan tadi. Yusup pun segera keluar, saat mertuaku masih terlentang dengan daster acak-acakan. Sementara aku juga bengong dan dalam keadaan horny berat.
Pikiranku berkecamuk, antara horni pengen ikut ******* mertuaku dengan kesetiaanku pada istriku. Sementara ibu mertuaku masih merapikan bajunya yang acak-acakan. Dengan gemetaran karena pikiran yang campur aduk, aku mendekati mertuaku, "birahiku juga harus disalurkan!, aku akan ******* ibu mertuaku" tekadku saat itu, tapi dasar sial, saat aku sudah mau bergerak. Pintu depan terbuka dan terliat bapak mertuaku datang masuk ke rumah. Membuyarkan keinginanku.
Ibu mertuaku ternyata pandai juga bersandiwara, dengan suaminya dia berlaku seolah tidak terjadi apa-apa, 5 menit yg lalu!. Aku langsung masuk ke kamar dengan kepala yang makin pusing, kepala atas dan bawah.
Sejak peristiwa itu, aku jadi semakin memperhatikan ibu mertuaku. Gak kusangka, dibalik ketelatenannya mengurus suaminya ternyata dia tega menghianatinya dengan perselingkuhan, yang entah sudah berapa kali dilakukan. Berapa kali? Dengan siapa aja?
Pertanyaan ini lebih menarik untuk kucari tau ketimbang aku ikut menghianati istriku dengan berselingkuh dengan ibu mertuaku.
Diam-diam aku membeli perlengkapan kamera yang kupasang dibeberapa tempat strategis dirumah mertuaku, kupasang juga alat perekam sehingga aku tetap bisa melihat apa yang terjadi ketika aku di kantor.Ternyata bermanfaat juga.
Kejadian pertama terjadi didapur lagi, dan terbilang sangat nekat. Siang itu ibu mertuaku sedang menyiapkan makan siang u/ suaminya. Seperti biasa, ibu mertuaku menggunakan daster yang sangat tipis, berwarna kuning tanpa menggunakan bra, sehingga toket besarnya terlihat mengacung besar dengan lingkar puting coklat yang tercetak membayang. Bagian ketiaknya terlihat longgar sehingga dari samping sering terlihat gundukan toket yang sangat menggairahkan.
Sementara itu tampak yusup sedang membantu bapak mertuaku membetulkan kabel lampu yg putus karena digigit tikus. Terliat Ibu mertua dan yusup, sering curi-curi pandang dan melemparkan isyarat-isyarat khusus disaat bapak mertuaku lengah. Seperti ibu mertuaku mengurut-ngurut mentimun dengan gerakan seolah-olah mengocokpenis , yang dibales yusup dengan gerakan tangan seperti meremas toket. Sepertinya mereka sudah sangat horni. Tanpa diduga, bapak mertuaku bergerak pergi ke kamar mandi, mungkin karena ingin buang hajat, dan biasanya bisa berlangsung hingga lebih 15 menit.
Sesaat bapak mertuaku masuk ke kamar mandi, yusup bergerak cepat mendekati ibu mertuaku dan memeluknya dari belakang.
Bagai orang kelaparan mereka berciuman dengan buas, tanpa peduli bahwa bapak mertuaku berada dikamar mandi yang terletak hanya beberapa meter dari tempat mereka.
Tangan kanan yusup bergerak masuk ke balik daster melalui bagian ketiak yang longgar kemudian meremas toket yang sudah dari tadi menggodanya.
Tangan kirinya menelusup ke selangkangan dan menggosok-gosok memek mertuaku yang sudah sangat basah.
Mendapat serangan seperti itu, ibu mertuaku melenguh kenikmatan, tangannya bergerak merangkul leher yusup dan mendorong kepalanya hingga mereka bisa berciuman lebih ganas.
Ibu mertuaku berbalik menghadap yusup dan bersandar pada meja dapur.
Mereka kembali berciuman dengan ganas, toket mertuaku tersembul yang langsung disedot dan digigit-gigit kecil oleh yusup, sementara tangan satunya lg memilin-milin puting.
Tangan mertuaku bergerak ke arah selangkangan yusup dan meremas tonjolan batang dibalik celana katunnya. Kemudian membuka ruitsletingnya, merogoh cd dan menggenggam batang kejantanan yusup, kemudian mengocoknya secara perlahan.
Mengetahui waktu yang dimiliki tidak banyak, ibu mertuaku tidak mau banyak membuang waktu, setelah Yusup memelorotkan cd mertuaku, dia segera mengarahkan rudalnya ke nonok mertuaku. Bless... Mulut mertuaku menganga menerima desakan batang yusup yang keras dan hangat pada vaginanya yang sudah basah. Yusup mendiamkan kontolnya diam sesaat merasakan remasan vagina mertuaku dan kemudian memompanya secara liar, sebelah kaki mertuaku melingkar ke badan yusup, memberikan akses penetrasi yang leluasa. Mulut yusup sibuk bergantian mencium bibir mertuaku dan menghisap serta mengigit-gigit toked montok mertuaku.
Tangan yusup meremas gemas toket yang tetap diiringi gerakan maju mundur pantatnya untuk melesakkan batangnya dan memberinya kenikmatan duniawi tanpa mempedulikan bapak mertuaku, suami dari wanita yang sedang ia setubuhi berada di kamar mandi yang tak jauh dari tempat mereka *******.
Kini mereka telah merubah posisi, ibu mertuaku menghadap ke meja, sementara yusup menyodoknya dari belakang, dengan posisi itu, toket mertuaku menggantung bebas dan bergoyang-goyang seiring dengan pompaan yusup dari belakang. Dengan posisi itu tidak berlangsung lama karena yusup kemudian mengejang dan meningkatkan pompaanya, hingga akhirnya ambruk dengan menyemprotkan sperma yang berceceran dilantai.
Mereka terdiam sesaat, yusup masih memeluk tubuh mertuaku, batangnya masih menancap, membiarkan sisa-sisa kenikmatan yang ada. Tangan yusup masih meremas-remas pelan toket mertuaku kemudian mereka berciuman mesra layaknya pasangam kekasih.
Tak lama, mereka sadar bahwa bapak mertuaku akan segera keluar, mereka buru-buru merapikan pakaian dan rambut, tak lupa melap sisa cairan senggama yang berceceran tadi.
Bapak mertuaku memang punya kebiasaan BAB yang lama, seperti saat itu, dia melewatkan persetubuhan kilat istri dengan karyawannya.Sementara aku hanya berani melihat dan menikmati itu semua, tanpa keberanian melaporkan ke bapak mertuaku atau mungkin ikut mencoba mencicipi ibu mertuaku yang semakin hari semakin menggairahkan dimataku.
Tetapi entah kenapa dengan hanya melihat perselingkuhan itu aku sudah cukup puas, dan dengan bantuan kamera tersembunyiku, hasratku cukup terpuaskan, berkali-kali kulihat pergumulan mertuaku dengan yusup melalui kameraku.
Cerita Panas - Perselingkuhan ibu mertuaku berlangsung berkali-kali, diantaranya sering sekali nekad.. entah mungkin mereka makin bernafsu bila resiko ketahuan makin tinggi.. Sering kulihat ibu mertuaku mengusap-ngusap batang yusup padahal suaminya sedang didepan mereka yang tengah mengerjakan sesuatu.
Berkali-kali aku berpikiran untuk memanfaatkan kameraku untuk bisa ikut mengentot mertuaku, tetapi rasa takut dan sayangku pada istriku berkali-kali itu juga menghalangi niatku. Hingga terjadinya peristiwa itu...
Seperti biasa, setiap hari sabtu-minggu aku ngga kerja dan biasanya diisi dengan kegiatan bermalas-malasan dan tidur-tiduran dikamar sambil nonton tipi. Seperti juga sabtu itu, sementara itu istriku masuk kerja.
Karena malamnya begadang nonton tipi hingga pagi hari, otomatis pagi hingga siang kuisi waktu dengan tidur. Bangun tidur, rumah dalam kondisi sepi, mertuaku mungkin sedang ditoko. Ingat mertuaku aku jadi penasaran apakah ada kejadian yang seru hari itu yang terekam dalam kameraku.
Aku mulai memainkan rekaman video dari berbagai ruangan rumahku pada hari itu. Kulihat mertuaku tidak ada, cukup mengecewakan, yang ada hanya ruangan yang kosong. Tetapi tidak lama kulihat pintu rumah terbuka dan terlihat istriku masuk ke rumah, dan ternyata dia tidak sendiri, dia bersama 3 orang lainnya, 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. mereka cukup kukenal sebagai teman kantor istriku. Teman wanita istriku bernama Indri dan Fitri, mereka cukup menarik, Indri agak tinggi dengan kulit putih mulus dengan dada yang padat, sementara Fitri lebih pendek tapi jauh lebih montok dengan dada berukuran ekstra. Tetapi yang paling cantik tetap istriku, dengan tinggi yang pas serta dada yang montok membuatku merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Mereka menggunakan seragam kerja blazer dan rok span selutut kecuali istriku yang menggunakan pakaian yang menutup dari mulai rambut hingga tumit kaki.
Sementara Johan kulihat lebih pendek dari istriku dan berbadan kurus.
Tampaknya mereka sedang mendiskusikan pekerjaan mereka, istri dan kedua teman wanitanya tampak membacakan sesuatu dan Johan, satu-satunya laki-laki yang ada kebagian mengetik.
Setelah berdiskusi beberapa lama, kulihat kedua teman wanita istriku tampak pamit untuk pergi, hingga tinggal istri dan johan yang ada di ruangan itu. Aku mulai berdebar, karena menduga-duga hal yang akan terjadi selanjutnya.
Johan masih sibuk mengetik, sementara istriku tampak menyiapkan minuman untuknya.
Johan tampak celingukan melihat-lihat keluar, kemudian ngomong sesuatu pada istriku. Istriku terlihat tersenyum kemudian menuju pintu rumah kemudian menutupnya!.
Jantungku makin berdebar-debar, terutama setelah kulihat istriku duduk merapat pada johan yang masih mengetik. Adegan selanjutnya membuatku terkesiap !.
Johan memegang telapak tangan istriku kemudian menariknya dan menaruhnya diselangkangannya. Istriku menarik tangannya.. tetapi kulihat Johan tampaknya membujuk istriku, istriku terlihat bimbang, kemudian beranjak dari tempatnya pergi menuju kamar, ya kekamarku, dia membuka pintu sebentar kemudian menutupnya kembali. Saat itu, siang tadi aku tertidur dengan lelapnya hingga tidak menyadari yang terjadi di ruang tamu.
Dari kamar, istriku kembali ke ruang tamu tempat Johan berada. Melihat istriku datang, tampak Johan menanyakan sesuatu pada istriku dan entah dijawab apa karena aku tidak bisa mendengar suara mereka. Istriku kembali duduk disamping Johan, dan laki-laki itu mengulang kembali perbuatannya tadi, dia menarik tangan istriku kemudian mengusap-usapkan tangan istriku ke tonjolan selangkangannya!
Kali ini istriku tidak menariknya tetapi malah bergerak mengusap-usap tonjolan selangkangan Johan. Merasakan nikmat, Johan berhenti mengetik sesaat kemudian melanjutkan pekerjaannya. Gila.. Johan mengetik di laptop sementara istriku memberi servis tambahan yaitu mengusap-usap batang kejantanan Johan yang kulihat semakin menonjol seolah-olah meronta ingin dikeluarkan dari celananya.
Sesaat kemudian Johan membuka resletingnya, dan muncullah batang penis yang kulihat cukup gemuk apalgi bila dibandingkan badannya yang kurus. panjangnya tidak seberapa, bahkan bila kubandingkan masih jauh lebih besar dan panjang punyaku !
Tangan istriku bergerak mengambil bantal kursi untuk menutup penis Johan, dan meminta johan memegang bantal itu. Kemudian terlihat tangan istriku naik turun mengocok penis Johan.
Jantungku berdegup kencang dan tubuhku gemetaran melihat pemandangan itu, Istriku mengocok penis lelaki lain! bukan cuman itu dia melakukannya di rumah!!! Tak tahan dengan kocokan istriku, Johan berhenti mengetik kemudian bersandar dikursi matanya terpejam menikmati servis yang dilakukan istriku.
Tangan johan mulai bergerak, mengelus-elus punggung istriku yang masih dalam posisi duduk dan celingukan melihat-lihat keadaan mulai dari melihat ke arah jendela rumah hingga sesekali melihat ke kamarku, mungkin untuk memastikan aku tidak bangun.
Tidak berhenti hanya dipunggung, tangan johan bergerak ke depan kemudian mengelus-elus toket istriku dari luar bajunya. Istriku terlihat sesekali merem kemudian membuka matanya untuk kembali melihat-lihat keadaan.
Tangan johan sudah bergerak masuk ke balik bajunya, kemudian merogoh toket dibalik Bra dan meremas-remasnya. Karena kesulitan, Johan bergerak membuka kancing kemeja seragam PNS istriku, istriku semula menahan tetapi kemudian Johan membisikan sesuatu hingga akhirnya membebaskan Johan membuka 2 kancing atasnya, dan menyingkap bajunya, hingga terlihat toket istriku yg masih terbungkus bra hitam berendra sehingga tampak sangat kontras dengan toket istriku yang putih mulus.
Toket kenyal dan montok yang merupakan toket kebanggaanku itu kini diremas-remas oleh lelaki lain!!!
Karena ukurannya yang besar, serta tersumpal oleh baju, toket itu tampak membusung dan sangat menggairahkan!.. dan johan pun tau itu.. tidak sabar dia segera membuka kait bra istriku yang terletak didepan. sehingga toket istriku menyembul dengan bebasnya.
Johan langsung menjilat dan menghisap toket istriku, sementara penisnya masih dikocok oleh tangan mulus istriku. Kedua toket istriku dijilat dan dihisap secara bergantian.
Istriku semakin merem keenakan, perasaan waspada yang tadi ada sepertinya sudah hilang, dia sudah tidak peduli lagi dengan sekelilingnya. Bibir merahnya merekah karena kenikmatan yang diperolehnya, yang kemudian disambut oleh deep kiss oleh Johan yang diiringi oleh permainan lidah. Ciuman mereka cukup intens dan lama.
Tangan johan bergerilya ke arah selangkangan istriku, mengusap-usapnya, istriku terlihat sangat menikmati usapan johan, terlihat dari pahanya yang dibuka semakin melebar.Istriku kemudian mendorong badan Johan hingga bersender ke kursi, kemudian istriku menunduk ke arah penis johan yang semakin tegak berdiri. yang kemudian tenggelam dalam lumatan mulut istriku. Istriku mengulum, menghisap dan menjilati penis gemuk dan hitam Johan, seolah-olah menikmati penis itu. Padahal denganku, suaminya, istriku sering sekali menolak untuk menghisap penisku.
Istriku bergerak naik ke atas badan johan kemudian menyingkapkan rok panjangnya ke ujung paha hingga terlihat jelas paha putih mulus istriku, kemudian dia melucuti sendiri celana dalam yang dia pakai. Penis johan digenggam dan dikocok perlahan kemudian diarahkan menuju liang vaginanya.
Istriku menggesek-gesekan penis itu ke mulut vaginanya, seolah-olah vaginanya gatal dan penis itu digunakan untuk menggaruknya. dan kemudian bless.. penis itu amblas masuk seluruhnya ke vaginanya, kemudian terdiam, badan istriku melengkung menikmati gesekan penis johan kedalam vaginanya.
Johan yang bersender di kursi dengan rakusnya melahap kedua bukit kembar istriku, sementara tangannya memegang pantat istriku untuk menaik turunkan pantat itu. Istriku pun menyambutnya dengan menaik-turunkan pantatnya, hingga terlihat jelas sodokan-sodokan ****** johan yang dibenamkan ke dalam memek istriku. sementara tangan istriku bertahan pada senderan kursi sehingga keseimbangan badannya terjaga.
Istriku bergerak makin cepat begitupun Johan yang menaikan pantatnya, menginginkan penisnya terhujam makin dalam ke liang memek istriku.
Gerakan naik turun pantat istriku untuk mengeluar masukan ****** Johan yang diiringi juga dengan gerakan johan, berlangsung semakin cepat dan cepat..!
hingga mereka akhirnya terdiam dengan membenamkan kelamin mereka semakin dalam.. untuk menjemput puncak kenikmatan..!
Istriku masih berada diatas johan untuk beberapa saat mereka berciuman...
Pandanganku berkunang-kunang, kepalaku terasa berat melihat Istriku yang selama ini kubanggakan, baru saja bersetubuh sedang dengan lelaki lain.
Karena menikah dengan usia muda dan karir masi pemula membuat kami belum mampu membeli rumah sendiri, sehingga kami pun ngontrak rumah dipinggiran kota. Itu pun tidak lama karena mertuaku menyuruh kami tinggal bersama mereka. Karena berbagai pertimbangan kami pun setuju tinggal di rumah mertuaku.
Mertuaku tinggal di rumah berdua, dan mereka mempunyai toko yang terletak tidak jauh
Ibu mertuaku masih relatif muda yaitu 40 tahunan dengan badan agak gemuk dan dada yang besar. Wajahnya masih cantik untuk ukuran usianya. Bapak mertuaku juga masih terlihat tegap.
Tidak ada yang aneh hingga peristiwa itu terjadi. Saat itu aku pulang siang dari kantor karena kepalaku sakit sekali. Tiba di depan pintu rumah, terlihat rumah sangat sepi. Karena memiliki kunci aku bisa masuk dengan leluasa. Langsung menuju kamarku, tetapi ketika aku hendak melewati dapur terdengar suara-suara mencurigakan dari dapur.
dengan mengendap-endap aku menuju dapur. Dadaku langsung berdegup kencang melihat pemandangan yang kulihat.
Kulihat ibu mertuaku meronta-ronta dalam pelukan pria yg aku tau itu bukan bapak mertuaku. Tadinya aku ingin bertindak menghajar laki-laki itu, tapi entah kenapa aku hanya terdiam saja.
Laki-laki itu dengan kasar meremas dada mertuaku yang saat itu memakai daster dengan tali yang kecil hingga ketiaknya terlihat. Tangan itu kemudian menurunkan tali dan BH sehingga menyembul dada besar mertuaku. Tangan laki-laki yang semula meremas berganti memilin puting susunya.
"Jangan Sup, ibu kan udah tua", kudengar mertuaku bicara ditengah desahannya, dan tangannya mendorong pelan dada laki-laki itu, yang bernama yusup! Ya yusup, karyawannya yang masih muda, aku takjub berani juga anak itu!, batinku.
"habis, bodi ibu seksi bgt, apalagi toketmu. Jadi ga tahan pengen ******* ibu' ujar yusup, sambil tangannya kini bergerak menyingkap kan daster, sehingga paha putih dan cd krem berenda mertuaku terlihat jelas.
Yusup kemudian berlutut dan memelorotkan cd mertuaku ke bawah sehingga muncul bulu-bulu jembut mertuaku yang rimbun. Yusup langsung melahap vagina mertuaku yang terpampang, menjilat dan mengigit kecil itil mertuaku. Nafas mertuaku semakin tak beraturan, matanya merem melek, kemudian badan bergetar, sepertinya dia sedang memperoleh kenikmatan yang dahsyat.
Tiba-tiba mertuaku menarik kepala yusup. "cepet masukin sebelum suamiku datang!" bisik mertuaku. Yusup dengan
Mertuaku tampaknya tidak ingin buang-buang waktu, dia segera mendorong yusup hingga terlentang, batang kejantanan yusup digenggam kemudian dijilat dan dikulum sebentar. Tak lama kemudian mertuaku naik ke badan yusup lalu meraih ****** yusup kemudian diarahkan ke lubang vaginanya. Bless... ****** yusup pun amblas ke dalam.
Bagaikan joki yg sedang menunggangi kuda, mertuaku bergerak liar menggoyang pinggulnya, sementara yusup mendesis keenakan. Hingga 'saya mau keluar bu' desis yusup, "ibu juga! ... Aaakh..." kedua tubuh mereka mengejang dan "croot...croot..". Mereka terdiam beberapa saat menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada. Kemudian ambruk bersama-sama."
"ayo cepat kamu balik lag ike toko, nanti suamiku nyariin!".. Kata mertuaku perlahan pada yusup. Yusup pun bergegas merapikan celana Kemudian mencium kening mertuaku "terima kasih ya bu...". Mertuaku tak menjawab, hanya terdiam mengumpulkan nafas setelah pergumulan tadi. Yusup pun segera keluar, saat mertuaku masih terlentang dengan daster acak-acakan. Sementara aku juga bengong dan dalam keadaan horny berat.
Pikiranku berkecamuk, antara horni pengen ikut ******* mertuaku dengan kesetiaanku pada istriku. Sementara ibu mertuaku masih merapikan bajunya yang acak-acakan. Dengan gemetaran karena pikiran yang campur aduk, aku mendekati mertuaku, "birahiku juga harus disalurkan!, aku akan ******* ibu mertuaku" tekadku saat itu, tapi dasar sial, saat aku sudah mau bergerak. Pintu depan terbuka dan terliat bapak mertuaku datang masuk ke rumah. Membuyarkan keinginanku.
Ibu mertuaku ternyata pandai juga bersandiwara, dengan suaminya dia berlaku seolah tidak terjadi apa-apa, 5 menit yg lalu!. Aku langsung masuk ke kamar dengan kepala yang makin pusing, kepala atas dan bawah.
Sejak peristiwa itu, aku jadi semakin memperhatikan ibu mertuaku. Gak kusangka, dibalik ketelatenannya mengurus suaminya ternyata dia tega menghianatinya dengan perselingkuhan, yang entah sudah berapa kali dilakukan. Berapa kali? Dengan siapa aja?
Pertanyaan ini lebih menarik untuk kucari tau ketimbang aku ikut menghianati istriku dengan berselingkuh dengan ibu mertuaku.
Diam-diam aku membeli perlengkapan kamera yang kupasang dibeberapa tempat strategis dirumah mertuaku, kupasang juga alat perekam sehingga aku tetap bisa melihat apa yang terjadi ketika aku di kantor.Ternyata bermanfaat juga.
Kejadian pertama terjadi didapur lagi, dan terbilang sangat nekat. Siang itu ibu mertuaku sedang menyiapkan makan siang u/ suaminya. Seperti biasa, ibu mertuaku menggunakan daster yang sangat tipis, berwarna kuning tanpa menggunakan bra, sehingga toket besarnya terlihat mengacung besar dengan lingkar puting coklat yang tercetak membayang. Bagian ketiaknya terlihat longgar sehingga dari samping sering terlihat gundukan toket yang sangat menggairahkan.
Sementara itu tampak yusup sedang membantu bapak mertuaku membetulkan kabel lampu yg putus karena digigit tikus. Terliat Ibu mertua dan yusup, sering curi-curi pandang dan melemparkan isyarat-isyarat khusus disaat bapak mertuaku lengah. Seperti ibu mertuaku mengurut-ngurut mentimun dengan gerakan seolah-olah mengocok
Sesaat bapak mertuaku masuk ke kamar mandi, yusup bergerak cepat mendekati ibu mertuaku dan memeluknya dari belakang.
Bagai orang kelaparan mereka berciuman dengan buas, tanpa peduli bahwa bapak mertuaku berada dikamar mandi yang terletak hanya beberapa meter dari tempat mereka.
Tangan kanan yusup bergerak masuk ke balik daster melalui bagian ketiak yang longgar kemudian meremas toket yang sudah dari tadi menggodanya.
Tangan kirinya menelusup ke selangkangan dan menggosok-gosok memek mertuaku yang sudah sangat basah.
Mendapat serangan seperti itu, ibu mertuaku melenguh kenikmatan, tangannya bergerak merangkul leher yusup dan mendorong kepalanya hingga mereka bisa berciuman lebih ganas.
Ibu mertuaku berbalik menghadap yusup dan bersandar pada meja dapur.
Mereka kembali berciuman dengan ganas, toket mertuaku tersembul yang langsung disedot dan digigit-gigit kecil oleh yusup, sementara tangan satunya lg memilin-milin puting.
Tangan mertuaku bergerak ke arah selangkangan yusup dan meremas tonjolan batang dibalik celana katunnya. Kemudian membuka ruitsletingnya, merogoh cd dan menggenggam batang kejantanan yusup, kemudian mengocoknya secara perlahan.
Mengetahui waktu yang dimiliki tidak banyak, ibu mertuaku tidak mau banyak membuang waktu, setelah Yusup memelorotkan cd mertuaku, dia segera mengarahkan rudalnya ke nonok mertuaku. Bless... Mulut mertuaku menganga menerima desakan batang yusup yang keras dan hangat pada vaginanya yang sudah basah. Yusup mendiamkan kontolnya diam sesaat merasakan remasan vagina mertuaku dan kemudian memompanya secara liar, sebelah kaki mertuaku melingkar ke badan yusup, memberikan akses penetrasi yang leluasa. Mulut yusup sibuk bergantian mencium bibir mertuaku dan menghisap serta mengigit-gigit toked montok mertuaku.
Tangan yusup meremas gemas toket yang tetap diiringi gerakan maju mundur pantatnya untuk melesakkan batangnya dan memberinya kenikmatan duniawi tanpa mempedulikan bapak mertuaku, suami dari wanita yang sedang ia setubuhi berada di kamar mandi yang tak jauh dari tempat mereka *******.
Kini mereka telah merubah posisi, ibu mertuaku menghadap ke meja, sementara yusup menyodoknya dari belakang, dengan posisi itu, toket mertuaku menggantung bebas dan bergoyang-goyang seiring dengan pompaan yusup dari belakang. Dengan posisi itu tidak berlangsung lama karena yusup kemudian mengejang dan meningkatkan pompaanya, hingga akhirnya ambruk dengan menyemprotkan sperma yang berceceran dilantai.
Mereka terdiam sesaat, yusup masih memeluk tubuh mertuaku, batangnya masih menancap, membiarkan sisa-sisa kenikmatan yang ada. Tangan yusup masih meremas-remas pelan toket mertuaku kemudian mereka berciuman mesra layaknya pasangam kekasih.
Tak lama, mereka sadar bahwa bapak mertuaku akan segera keluar, mereka buru-buru merapikan pakaian dan rambut, tak lupa melap sisa cairan senggama yang berceceran tadi.
Bapak mertuaku memang punya kebiasaan BAB yang lama, seperti saat itu, dia melewatkan persetubuhan kilat istri dengan karyawannya.Sementara aku hanya berani melihat dan menikmati itu semua, tanpa keberanian melaporkan ke bapak mertuaku atau mungkin ikut mencoba mencicipi ibu mertuaku yang semakin hari semakin menggairahkan dimataku.
Tetapi entah kenapa dengan hanya melihat perselingkuhan itu aku sudah cukup puas, dan dengan bantuan kamera tersembunyiku, hasratku cukup terpuaskan, berkali-kali kulihat pergumulan mertuaku dengan yusup melalui kameraku.
Cerita Panas - Perselingkuhan ibu mertuaku berlangsung berkali-kali, diantaranya sering sekali nekad.. entah mungkin mereka makin bernafsu bila resiko ketahuan makin tinggi.. Sering kulihat ibu mertuaku mengusap-ngusap batang yusup padahal suaminya sedang didepan mereka yang tengah mengerjakan sesuatu.
Berkali-kali aku berpikiran untuk memanfaatkan kameraku untuk bisa ikut mengentot mertuaku, tetapi rasa takut dan sayangku pada istriku berkali-kali itu juga menghalangi niatku. Hingga terjadinya peristiwa itu...
Seperti biasa, setiap hari sabtu-minggu aku ngga kerja dan biasanya diisi dengan kegiatan bermalas-malasan dan tidur-tiduran dikamar sambil nonton tipi. Seperti juga sabtu itu, sementara itu istriku masuk kerja.
Karena malamnya begadang nonton tipi hingga pagi hari, otomatis pagi hingga siang kuisi waktu dengan tidur. Bangun tidur, rumah dalam kondisi sepi, mertuaku mungkin sedang ditoko. Ingat mertuaku aku jadi penasaran apakah ada kejadian yang seru hari itu yang terekam dalam kameraku.
Aku mulai memainkan rekaman video dari berbagai ruangan rumahku pada hari itu. Kulihat mertuaku tidak ada, cukup mengecewakan, yang ada hanya ruangan yang kosong. Tetapi tidak lama kulihat pintu rumah terbuka dan terlihat istriku masuk ke rumah, dan ternyata dia tidak sendiri, dia bersama 3 orang lainnya, 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. mereka cukup kukenal sebagai teman kantor istriku. Teman wanita istriku bernama Indri dan Fitri, mereka cukup menarik, Indri agak tinggi dengan kulit putih mulus dengan dada yang padat, sementara Fitri lebih pendek tapi jauh lebih montok dengan dada berukuran ekstra. Tetapi yang paling cantik tetap istriku, dengan tinggi yang pas serta dada yang montok membuatku merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Mereka menggunakan seragam kerja blazer dan rok span selutut kecuali istriku yang menggunakan pakaian yang menutup dari mulai rambut hingga tumit kaki.
Sementara Johan kulihat lebih pendek dari istriku dan berbadan kurus.
Tampaknya mereka sedang mendiskusikan pekerjaan mereka, istri dan kedua teman wanitanya tampak membacakan sesuatu dan Johan, satu-satunya laki-laki yang ada kebagian mengetik.
Setelah berdiskusi beberapa lama, kulihat kedua teman wanita istriku tampak pamit untuk pergi, hingga tinggal istri dan johan yang ada di ruangan itu. Aku mulai berdebar, karena menduga-duga hal yang akan terjadi selanjutnya.
Johan masih sibuk mengetik, sementara istriku tampak menyiapkan minuman untuknya.
Johan tampak celingukan melihat-lihat keluar, kemudian ngomong sesuatu pada istriku. Istriku terlihat tersenyum kemudian menuju pintu rumah kemudian menutupnya!.
Jantungku makin berdebar-debar, terutama setelah kulihat istriku duduk merapat pada johan yang masih mengetik. Adegan selanjutnya membuatku terkesiap !.
Johan memegang telapak tangan istriku kemudian menariknya dan menaruhnya diselangkangannya. Istriku menarik tangannya.. tetapi kulihat Johan tampaknya membujuk istriku, istriku terlihat bimbang, kemudian beranjak dari tempatnya pergi menuju kamar, ya kekamarku, dia membuka pintu sebentar kemudian menutupnya kembali. Saat itu, siang tadi aku tertidur dengan lelapnya hingga tidak menyadari yang terjadi di ruang tamu.
Dari kamar, istriku kembali ke ruang tamu tempat Johan berada. Melihat istriku datang, tampak Johan menanyakan sesuatu pada istriku dan entah dijawab apa karena aku tidak bisa mendengar suara mereka. Istriku kembali duduk disamping Johan, dan laki-laki itu mengulang kembali perbuatannya tadi, dia menarik tangan istriku kemudian mengusap-usapkan tangan istriku ke tonjolan selangkangannya!
Kali ini istriku tidak menariknya tetapi malah bergerak mengusap-usap tonjolan selangkangan Johan. Merasakan nikmat, Johan berhenti mengetik sesaat kemudian melanjutkan pekerjaannya. Gila.. Johan mengetik di laptop sementara istriku memberi servis tambahan yaitu mengusap-usap batang kejantanan Johan yang kulihat semakin menonjol seolah-olah meronta ingin dikeluarkan dari celananya.
Sesaat kemudian Johan membuka resletingnya, dan muncullah batang penis yang kulihat cukup gemuk apalgi bila dibandingkan badannya yang kurus. panjangnya tidak seberapa, bahkan bila kubandingkan masih jauh lebih besar dan panjang punyaku !
Tangan istriku bergerak mengambil bantal kursi untuk menutup penis Johan, dan meminta johan memegang bantal itu. Kemudian terlihat tangan istriku naik turun mengocok penis Johan.
Jantungku berdegup kencang dan tubuhku gemetaran melihat pemandangan itu, Istriku mengocok penis lelaki lain! bukan cuman itu dia melakukannya di rumah!!! Tak tahan dengan kocokan istriku, Johan berhenti mengetik kemudian bersandar dikursi matanya terpejam menikmati servis yang dilakukan istriku.
Tangan johan mulai bergerak, mengelus-elus punggung istriku yang masih dalam posisi duduk dan celingukan melihat-lihat keadaan mulai dari melihat ke arah jendela rumah hingga sesekali melihat ke kamarku, mungkin untuk memastikan aku tidak bangun.
Tidak berhenti hanya dipunggung, tangan johan bergerak ke depan kemudian mengelus-elus toket istriku dari luar bajunya. Istriku terlihat sesekali merem kemudian membuka matanya untuk kembali melihat-lihat keadaan.
Tangan johan sudah bergerak masuk ke balik bajunya, kemudian merogoh toket dibalik Bra dan meremas-remasnya. Karena kesulitan, Johan bergerak membuka kancing kemeja seragam PNS istriku, istriku semula menahan tetapi kemudian Johan membisikan sesuatu hingga akhirnya membebaskan Johan membuka 2 kancing atasnya, dan menyingkap bajunya, hingga terlihat toket istriku yg masih terbungkus bra hitam berendra sehingga tampak sangat kontras dengan toket istriku yang putih mulus.
Toket kenyal dan montok yang merupakan toket kebanggaanku itu kini diremas-remas oleh lelaki lain!!!
Karena ukurannya yang besar, serta tersumpal oleh baju, toket itu tampak membusung dan sangat menggairahkan!.. dan johan pun tau itu.. tidak sabar dia segera membuka kait bra istriku yang terletak didepan. sehingga toket istriku menyembul dengan bebasnya.
Johan langsung menjilat dan menghisap toket istriku, sementara penisnya masih dikocok oleh tangan mulus istriku. Kedua toket istriku dijilat dan dihisap secara bergantian.
Istriku semakin merem keenakan, perasaan waspada yang tadi ada sepertinya sudah hilang, dia sudah tidak peduli lagi dengan sekelilingnya. Bibir merahnya merekah karena kenikmatan yang diperolehnya, yang kemudian disambut oleh deep kiss oleh Johan yang diiringi oleh permainan lidah. Ciuman mereka cukup intens dan lama.
Tangan johan bergerilya ke arah selangkangan istriku, mengusap-usapnya, istriku terlihat sangat menikmati usapan johan, terlihat dari pahanya yang dibuka semakin melebar.Istriku kemudian mendorong badan Johan hingga bersender ke kursi, kemudian istriku menunduk ke arah penis johan yang semakin tegak berdiri. yang kemudian tenggelam dalam lumatan mulut istriku. Istriku mengulum, menghisap dan menjilati penis gemuk dan hitam Johan, seolah-olah menikmati penis itu. Padahal denganku, suaminya, istriku sering sekali menolak untuk menghisap penisku.
Istriku bergerak naik ke atas badan johan kemudian menyingkapkan rok panjangnya ke ujung paha hingga terlihat jelas paha putih mulus istriku, kemudian dia melucuti sendiri celana dalam yang dia pakai. Penis johan digenggam dan dikocok perlahan kemudian diarahkan menuju liang vaginanya.
Istriku menggesek-gesekan penis itu ke mulut vaginanya, seolah-olah vaginanya gatal dan penis itu digunakan untuk menggaruknya. dan kemudian bless.. penis itu amblas masuk seluruhnya ke vaginanya, kemudian terdiam, badan istriku melengkung menikmati gesekan penis johan kedalam vaginanya.
Johan yang bersender di kursi dengan rakusnya melahap kedua bukit kembar istriku, sementara tangannya memegang pantat istriku untuk menaik turunkan pantat itu. Istriku pun menyambutnya dengan menaik-turunkan pantatnya, hingga terlihat jelas sodokan-sodokan ****** johan yang dibenamkan ke dalam memek istriku. sementara tangan istriku bertahan pada senderan kursi sehingga keseimbangan badannya terjaga.
Istriku bergerak makin cepat begitupun Johan yang menaikan pantatnya, menginginkan penisnya terhujam makin dalam ke liang memek istriku.
Gerakan naik turun pantat istriku untuk mengeluar masukan ****** Johan yang diiringi juga dengan gerakan johan, berlangsung semakin cepat dan cepat..!
hingga mereka akhirnya terdiam dengan membenamkan kelamin mereka semakin dalam.. untuk menjemput puncak kenikmatan..!
Istriku masih berada diatas johan untuk beberapa saat mereka berciuman...
Pandanganku berkunang-kunang, kepalaku terasa berat melihat Istriku yang selama ini kubanggakan, baru saja bersetubuh sedang dengan lelaki lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)




